Berita

surya paloh

Diberi Waktu Dua Minggu, Surya Paloh Tentukan Sendiri Kabinetnya

SENIN, 28 JANUARI 2013 | 11:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh diberi hak untuk menentukan sendiri komposisi secara lengkap kepengurusan partai tersebut.

"Ya secara administrasi (dia sendiri). Tapi dia akan tanya-tanya, meminta masukan," jelas mantan Ketum DPP Partai Nasdem Rio Capella kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 28/1).

Paloh diberi waktu maksimal dua minggu.


"Itu paling lama dua minggu diberi kesempatan untuk menyusun kepengurusan secara lengkap. Tapi bisa saja seminggu, 10 hari. Tapi paling lama dua minggu," katanya lagi.

Rio Capella belakangan ini diisukan akan menjadi Sekjen DPP Partai Nasdem menggantikan Ahmad Rofiq, yang mengundurkan diri. Tapi Rio mengelak saat dikonfirmasi hal tersebut. "Ya itu, kita tunggu Pak Surya mengumumkan," elaknya.

Tak hanya Sekjen, posisi Ketua Dewan Pakar yang sebelumnya dijabat Hary Tanoe juga Surya Paloh yang tentukan. Diakuinya, sebelumnya jabatan itu tidak diatur dalam AD/ART.

"Ya tapi akan akan kita tetapkan," ungkapnya.

Posisi Ketua Dewan Pakar stategis sepanjang dijabat orang yang aktif dan berpengaruh.

"Yang paling penting itu bagaimana tingkat peran dan keterpengaruhan. Dewan Pakar kalau dipegang orang yang pengaruh, akan berpengaruh Dewan Pakarnya," jelasnya.

Begitu juga soal posisi Majelis Tinggi, yang sebelumnya dijabat  Rio Capella, Ahmad Rofiq, dan Sugeng Suparwoto. "Majelis Tinggi akan disusun oleh Pak Surya," katanya lagi.

Sebelumnya Majelis Tinggi mempunyai peran stretegis dan vital. Karena  Majelis Tinggi yang berhak memutuskan Surya Paloh jadi ketua umum.

Apakah perannya akan berubah?

"Saya belum tahu. Tapi saya rasa seperti itu juga," demikian Rio.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya