Partai Demokrat tidak akan memberi saran atau pertimbangan kepada Presiden SBY terkait wacana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, terutama pasca Menpora Andi Mallarangeng mundur karena tersangkut kasus korupsi.
"Nggak. Nggak pernah. Kalau untuk hal demikian, karena kita tahu beliau itu Ketua Dewan Pembina, tidak ada Demokrat memberi pertimbangan. Dia yang memberi pertimbangan kepada kita," jelas Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 27/12).
Tapi dipastikan, Presiden akan mengajak diskusi partainya kalau seandainya orang yang akan menggantikan Andi Mallarangeng itu dari partai penguasa itu juga. "Orang yang pertama diajak berdiskusi itu pasti Ketua Umum. Nggak banyak-banyak itu. Kalau banyak-banyak, bisa nggak putus-putus barang tuh. Karena semua punya selera," imbuhnya.
Yang jelas, masih kata Sutan, Demokrat akan mencari soso yang mumpuni, berintegritas, dan tak berkasus. "Jangan sampai baru enam bulan dilantik ada kasus lagi," ungkap Sutan.
Jadi kapan SBY akan reshuffle?
"Kalau menurut saya, kalau kita mempelajari tipikal Pak SBY dalam mengisi posisi menteri atau pergeseran, paling tidak Januari. Dia kan tidak mau tergesa-gesa. Tapi pergantian pasti. Karena beliau juga akan memantau dan mengamati kabinet dia ini," tandasnya.[zul]