dahnil anzar simanjuntak
dahnil anzar simanjuntak
Dengan keadaan tersebut, Eropa dan Amerika Serikat membuat kebijakan-kebijakan baru di sisi fiskal yang lebih baik dan mengubah budaya ekonomi konsumtif masyarakatnya sehingga mampu membentuk keseimbangan baru.
Demikian disampaikan ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 25/12).
"Justru Asia termasuk Indonesia dalam kondisi yang mengkhawatirkan apabila tidak segera menemukan pola kebijakan fiskal dan budaya ekonomi yang baru seperti menghindari konsumsi energi berlebihan, kebijakan pangan dan kebijakan lingkungan yang futuristik bagi kepentingan jangka panjang," ujarnya.
Menurutnya, puja puji sebagai emerging market dengan pertumbuhan tinggi yang diperoleh Cina, India dan Indonesia seperti gula yang menyebabkan diabetes di masa yang akan datang. Sedangkan pil pahit yang ditelan Eropa dan Amerika hari ini adalh obat yang manjur untuk menemukan keseimbangan ekonom baru dalam jangka panjang.
Fakta ini bisa ditemukan melalui pola-pola kebijakan pembangunan Asia seperit Cina, India dan Indonesia yang pro-pertumbuhan tetapi memiliki kesenjangan yang sangat lebar.
"Contoh Gini Ratio Indonesia 0,41 adalah angka yang mengkhawatirkan. Kesenjangan ini terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan yang terjadi dibarengi dengan perusakan alam akibat eksploitasi sumber daya alam dan konsumsi energi yang berlebihan karena murah," beber Dahnil.
Apabila Indonesia dan negara emerging market lainnya tidak melakukan perubahan mendasar terhadap kebijakan fiskal dan ekonominya, sambung Dahnil menambahkan, adalah fakta pahit Indonesia dan negara Asia lainnya akan mengidap diabetes yang mematikan dimasa yang akan datang. [zul]
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Minggu, 12 April 2026 | 04:17
Minggu, 12 April 2026 | 04:12
Minggu, 12 April 2026 | 04:00
Minggu, 12 April 2026 | 03:40
Minggu, 12 April 2026 | 03:16
Minggu, 12 April 2026 | 03:10
Minggu, 12 April 2026 | 02:41
Minggu, 12 April 2026 | 02:03
Minggu, 12 April 2026 | 02:00
Minggu, 12 April 2026 | 01:46