Berita

dahnil anzar simanjuntak

KRISIS EKONOMI EROPA

Asia jangan Terbuai dengan Puja-puji!

SELASA, 25 DESEMBER 2012 | 14:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Krisis ekonomi di Eropa dan perlambatan pertumbuhan di Amerika Serikat hanya fenomena ekonomi jangka pendek.

Dengan keadaan tersebut, Eropa dan Amerika Serikat membuat kebijakan-kebijakan baru di sisi fiskal yang lebih baik dan mengubah budaya ekonomi konsumtif masyarakatnya sehingga mampu membentuk keseimbangan baru.

Demikian disampaikan ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 25/12).

"Justru Asia termasuk Indonesia dalam kondisi yang mengkhawatirkan apabila tidak segera menemukan pola kebijakan fiskal dan budaya ekonomi yang baru seperti menghindari konsumsi energi berlebihan, kebijakan pangan dan kebijakan lingkungan yang futuristik bagi kepentingan jangka panjang," ujarnya.

Menurutnya, puja puji sebagai emerging market dengan pertumbuhan tinggi yang diperoleh Cina, India dan Indonesia seperti gula yang menyebabkan diabetes di masa yang akan datang. Sedangkan pil pahit yang ditelan Eropa dan Amerika hari ini adalh obat yang manjur untuk menemukan keseimbangan ekonom baru dalam jangka panjang.

Fakta ini bisa ditemukan melalui pola-pola kebijakan pembangunan Asia seperit Cina, India dan Indonesia yang pro-pertumbuhan tetapi memiliki kesenjangan yang sangat lebar.

"Contoh Gini Ratio Indonesia 0,41 adalah angka yang mengkhawatirkan. Kesenjangan ini terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan yang terjadi dibarengi dengan perusakan alam akibat eksploitasi sumber daya alam dan konsumsi energi yang berlebihan karena murah," beber Dahnil.

Apabila Indonesia dan negara emerging market lainnya tidak melakukan perubahan mendasar terhadap kebijakan fiskal dan ekonominya, sambung Dahnil menambahkan, adalah fakta pahit Indonesia dan negara Asia lainnya akan mengidap diabetes yang mematikan dimasa yang akan datang. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya