Berita

boediono

Abaikan Abraham, Bamsoet Pastikan Penggalangan Pemakzulan Boediono Tahun Depan

SELASA, 25 DESEMBER 2012 | 14:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Anggota Tim Pengawas Century tampaknya tak melihat pernyataan Abraham Samad sebagai modal kuat untuk menggalang dukungan mengajukan hak menyatakan pendapat (HMP) yang kalau berhasil akan memakzulkan Wakil Presiden Boediono. Karena tanpa pernyataan Ketua KPK itu sekalipun, pihaknya mulai bergerak tahun depan.

"Soal HMP, memang akan tetap kita galang tahun depan. Karena menurut saya, DPR sudah punya cukup alasan untuk mengajukan HMP," kata anggota Timwas DPR Bambang Soesatyo dalam pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 25/12).

Saat ini beredar pesan berantai melalui Blackberry Messenger yang memuat pernyataan Abraham dalam wawancara di Seputar Indonesia Siang RCTI, Selasa (25/12).

Abraham Samad mengatakan, ketika KPK telah menetapkan kasus bailout Bank Century naik ke tingkat penyidikan dan menetapkan dua pejabat Bank Indonesia sebagai tersangka, DPR sudah seharusnya memakzulkan Boediono sebagai Wapres. Dan DPR tak perlu lagi menunggu KPK menetapkan Boediono sebagai tersangka.

Karena,
menurut Abraham, yang ditingkatkan status ke tingkat penyidikan oleh KPK bukan orang, tapi kasus perampokan bailout Bank Century Rp. 6,7 triliun. "Yang ditingkatkan statusnya ke penyidikan bukan orang, tapi kasus-nya".

Ketika kasus perampokan Bank Century naik ke tingkat penyidikan, Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur BI dengan sendirinya secara hukum dan politik, sudah bisa dinyatakan bersalah dan harus segera di-makzulkan oleh DPR.

Nah, tapi Bambang Soesatyo tak menjawab saat ditanya pandangannya atas pernyataan Abraham Samad tersebut. Karena ada yang menilai, pernyataan Abraham itu tidak lebih dari cara dia untuk melakukan cuci tangan atas penanganan kasus tersebut. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya