Berita

as hikam

KEBEBASAN BERAGAMA

AS Hikam: Ulil Kompromikan Kemampuan Nalarnya Menjadi Dangkal dan Memalukan!

SENIN, 24 DESEMBER 2012 | 16:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan Ulil Abshar-Abdalla bahwa masa pemerintahan Gus Dur terlalu singkat sehingga tidak bisa menjadi standar untuk menilai kinerja presiden berikutnya tak bisa dinalar.

"Setiap era harus dinilai dari tantangan yang ada dan bagaimana seorang pemimpin memiliki kemampuan yang diakui oleh rakyat dan bahkan dunia," tegas Menristek era Gus Dur, AS Hikam, (Senin, 24/12).

Sebelumnya Ulil, Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, menjelaskan, tantangan masa kepemimpinan Presiden SBY tidak bisa dibandingkan dengan tiga presiden sebelumnya, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Meski keempat tokoh tersebut sama-sama memimpin Indonesia setelah reformasi. "Kita nggak bisa menjadikan era itu sebagai benchmark atau alat untuk menilai. Mereka kan singkat sekali masa berkuasanya," ujarnya.

Kendati masa pemerintah Gus Dur singkat, kata Hikam melanjutkan pernyataannya, tetapi fakta menunjukkan banyak hal yang terkait dengan kehidupan berbangsa, khususnya perlindungan terhadap minoritas justru menjadi monumental. 

"Logika UA (Ulil Abshar) sangat aneh sebagai intelektual yang konon 'liberal' karena seharusnya menghargai kemampuan pemimpin dalam terobosan paradigmatik seperti GD (Gus Dur)," ungkap Hikam.

Menurutnya, Ulil Abshar harusnya berfikir, seandainya masa kepresidenan Gus Dur panjang, barangkali tidak akan terjadi seperti sekarang dimana kehidupan berbangsa penuh kekerasan, fanatisme, dan politik identitas.  "Posisi UA (Ulil Abshar) sebagai politisi PD jelas telah mengompromikan kemampuan nalarnya menjadi dangkal dan memalukan," tandas AS Hikam. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya