Berita

sby

KEBEBASAN BERAGAMA

Ulil: Orang yang Menyalahkan Pemerintah Tak Melihat Gambaran Sosial Secara Utuh

SENIN, 24 DESEMBER 2012 | 16:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Daripada mencari siapa yang bertanggung jawab dibalik serentetan pelanggaran terhadap kebebasan beragama di Indonesia, lebih baik memikirkan bagaimana mengatasi masalah tersebut secara bersama-sama.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar-Abdalla kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 25/12). 

Ulil mengungkapkan itu menanggapi survei Lingaran Survei Indonesia terkait pembiaran atas kekerasan dan pelanggaran kebebasan beragama yang dirilis kemarin (Minggu, 24/12). Dalam survei itu disebutkan, Presiden SBY dianggap paling tidak melindungi perbedaan beragama dibanding Presiden RI sebelumnya.

"Ya, tugas mengatasi masalah ini ada pada pemerintah tapi juga ada pada tokoh-tokoh agama. Harus saling sinergi," jelas Ulil.

Ulil menjelaskan, aparat Kepolisian tidak bisa mengatasi masalah tersebut sendiri.

"Kan polisi sering kali dipersalahkan tidak bertindak tegas. Lah, bagaimana bertindak tegas, wong sumber apinya itu terus-menerus ada," jelas bekas Koordinator Jaringan Islam Liberal ini. 

Sumber api itu, menurut Ulil, adalah orang-orang yang mendakwah ide-ide konservatif dan intoleransi. Nah, diakui Ulil, sumber api tidak bisa untuk dimatikan begitu saja.

"Karena kita hidup di era demokrasi. Kita tidak bisa lagi melarang buku, melarang diskusi, demonstrasi, apalagi menutup blog, website. Kan tidak bisa. Kalau di zaman Soeharto bisa sesederhana itu. Tapi sekraang kan tidak bisa memakai metode itu," ungkapnya.

Karena itulah, semua pihak harus menyadari perubahan mendasar di era pasca reformasi ini, yaitu munculnya gejala konservatisme. Untuk mengatasinya, perlu saling memberi masukan.

"Survei ini bagus untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Tapi saya tidak setuju kalau yang dipersalahkan adalah pemerintah, pihak kepolisian, misalnya. Orang yang berpadangan seperti itu tidak melihat gambaran sosial secara lebih lengkap," tandas Ulil. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya