Berita

Megawati Soekarnoputri

Ulil Abshar-Abdalla: Megawati Belum Tentu Lebih Tegas Dibanding SBY

SENIN, 24 DESEMBER 2012 | 12:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tantangan masa kepemimpinan Presiden SBY tidak bisa dibandingkan dengan tiga presiden sebelumnya, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Meski keempat tokoh tersebut sama-sama memimpin Indonesia setelah reformasi.

"Kita nggak bisa menjadikan era itu sebagai benchmark atau alat untuk menilai. Mereka kan singkat sekali masa berkuasanya," ujar Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar-Abdalla kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 24/12). 

Ulil mengungkapkan itu saat ditanya kenapa masa kepemimpinan SBY lebih banyak terjadi kasus kekerasaan atas nama agama dibanding tiga presiden lainnya. Padahal, gejala konservatisme beragama juga terjadi pada tiga masa pemerintahan sebelumnya.

"Era Habibie, Gus Dur dan Megawati itu era interval, yang menurut saya tidak terlalu signifikan menjadi semacam standar untuk menilai," jelas bekas Koordinator Jaringan Islam Liberal ini.

Karena itu menurutnya, kalau mau diperbandingkan, yang paling pas memperbandingkan masa pemerintahan SBY dengan Soeharto dan Bung Karno. "Era Sukarno itu era ideologi, era Soeharto itu era perang dingin. Era SBY itu era maraknya politik identitas," ungkapnya.

Tapi Anda kan tetap merasa saat ini banyak kekerasan atas nama agama?

"Ya masih banyak. Cuman ini bukan gara-gara pemerintahan SBY. Bukan karena itu. Ini adalah gejala masyarakat pasca reformasi yang menikmati kebebasan, berbarengan dengan maraknya kebangkitan agama, maraknya orang kembali kepada agama dan efek-efeknya antara lain munculnya keberagaman yang konservatif," jawabnya.

Karena itu, katanya lagi, siapa pun yang jadi presiden di era sekarang, akan menghadapi soal yang sama. Makanya, banyak kasus pelanggaran kebebasan beragama ini tidak bisa ditimpakan kepada SBY semata.

"Tentu saja pemerintah mempunyai kelemahan, yaitu kurang tegas ketika menghadapi masalah seperti ini. Tapi pertanyaan saya, apakah kalau orang lain jadi presiden akan lebih tegas, saya ragu itu. Misalnya yang jadi presiden Megawati, belum tentu dia bisa lebih tegas daripada SBY. Karena ini gejala sosial yang tidak bisa dihadapi oleh kekuatan keamanan saja," tandasnya.

Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia yang dirilis kemarin, 82 persen responden menganggap SBY tidak melindungi perbedaan agama, Gusdur (81 persen), Soeharto (75 persen), Megawati (52 persen) dan Habibie (42 persen). Sementara Sukarno, yang paling dianggap melindungi keberagaman beragama. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya