Berita

ulil abshar-abdalla

KEBEBASAN BERAGAMA

Ulil Abshar-Abdalla: Siapapun yang Jadi Presiden, Pasti Mengalami Masalah yang Sama

SENIN, 24 DESEMBER 2012 | 10:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Riset Lingkaran Survei Indonesia yang memotret perlindungan kebebasan beragama di masa pemerintahan enam Presiden RI diapresiasi kalangan pendukung SBY. Survei LSI ini dirilis kemarin (Minggu, 23/12).

Riset LSI itu dinilai positif karena memberikan indikator yang memperlihatkan perubahan pola kepemimpinan dari satu periode ke periode berikutnya dalam hal perlindungan terhadap kebebasan beragama.

Begitu antara lain disampaikan Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar-Abdalla kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 24/12).

Sayangnya, kata Ulil, survei LSI itu tidak melihat konteks pada saat masing-masing presiden itu berkuasa. Karena mengabaikan konteks, Presiden SBY dinilai sebagai presiden Indonesia yang paling tidak melindungi kebebasan perbedaan agama bila dibandingkan presiden sebelumnya.

"Itu hanya data saja. Tapi tidak melihat perubahan sosial dari satu era ke era yang lain," jelas bekas Koordinator Jaringan Islam Liberal ini.

"Kenapa, misalnya kasus-kasus pelanggaran kebebasan bergama tidak menonjol atau naik pesat di era sebelumnya atau pada era Soeharto. Atau kenapa tidak pada era Bung Karno. Itu yang tidak dijelaskan," sambung Ulil.

Menurut Ulil, konteks yang perlu dilihat adalah perubahan-perubahan mendasar setelah reformasi, yang tidak ada pada era Soeharto ataupun Sukarno. Perubahan mendasar setelah reformasi itu berupa gejala konservatisme beragama yang tumbuh pesat di beberapa kelompok kecil.

"Ini bukan gejala khas domestik Indonesia, tapi gejala global. Dimana-mana kita melihat maraknya konservatisme beragama. Ini kita saksikan bukan hanya di (kalangan umat) Islam, tapi juga (umat) Kristen, (umat) Budha dan (umat) agama-agama lain. Ini ciri khas politik pasca Perang Dingin," bebernya.

Dia menekankan, konservatisme beragama tidak terjadi pada era Soeharto di masa Perang Dingin. Kala itu hanya sedikit sekali gejala fundamentalisme beragama yang muncul ke permukaan. Pada masa itu yang menonjol adalah persaingan dua ideologi besar, yakni kapitalisme dan komunisme.

"Setelah Perang Dingin berakhir kita melihat gejala global lain yang biasa disebut politik identitas, antara lain soal agama. Menurut saya ini bukan soal SBY atau tidak SBY. Kalau ingin menyalahkan SBY, tidak benar. Siapa pun yang jadi presiden di era sekarang, akan hadapi soal yang sama," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya