Berita

isran noor/ist

Isran Noor: Indonesia Butuh Pemimpin yang Berintegritas

SABTU, 22 DESEMBER 2012 | 09:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki sumber daya yang sangat besar. Untuk mengoptimalkan serta untuk menjaga kebesaran bangsa di butuhkan pemimpin yang memilliki integritas.

Demikian disampaikan Ketua Umum  Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, Isran Noor, dalam Dialog Akhir Tahun yang digelar DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan tema “Reorientasi Visi Kepemimpinan Nasional untuk Kemandirian Bangsa" kemarin malam di gedung Dakwah Muhamadiyah Jakarta.

Isran menambahkan, walaupun Indonesia negara besar namun mengalami pasang surut karena bangsa kita belum bisa mengelola kebesarannya. "Indonesia memiliki geopolitik yang sangat strategis, sumberdaya alam yang sangat luar biasa dan punya modal besar untuk tetap menjadi bangsa yang besar," ujarnya.

Saat ini Amerika dan China semakin kentara persaingannya di wilayah Asia Pasifik. Karena itu, Indonesia harus memiliki pemimpin di masa depan yang mampu memainkan peranan strategis dan taktis di antara dua kepentingan dua negara besar tersebut. Apalagi, lanjut Isran, Indonesia memiliki penduduk terbesar nomor 4 di dunia dan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Kata kunci keberhasilan pengelolaannya adalah integritas.

Makanya, bangsa ini harus dipimpin oleh seorang yang memiliki visi masa depan dan independensi. Untuk memulainya, sambung Isran, kita harus menjaga integritas diri, keluarga dan bangsa.

"Sebagai contoh bahwa betapa sumber daya alam kita dikuasai oleh asing. Saat ini saya selaku Bupati Kutai Timur sedang berhadapan dengan perusahaan tambang asal Inggris bernama Churchill Mining Plc, yang menggugat Indonesia di abritrase internasional karena saya selaku Bupati Kutai Timur mencabut izin usaha pertambangannya," jelas Isran.

Mereka menggugat pemerintah Indonesia sebesar 2 Miliar dollar AS atau Rp19 trilun. Dan dia dibisiki untuk bernegosiasi menyelesaikan masalah tersebut. Namun, dirinya tolak mentah-mentah dan memilih bertarung secara hukum untuk mempertahankan harkat dan martabat Bangsa Indonesia yang sedang coba diinjak dan di manfaatkan oleh perusahaaan Inggris itu.

"Bayangkan saja hanya dengan selembar izin yang saya berikan mereka mendaftarkan perusahaan-perusaahaannya di pasar modal sekunder Inggris dan berhasil menaikkan harga sahamnya sampai 300%. Padahal mereka belum memulai kerja apapun di Kutai Timur. Mereka hanya menjajakan potensi dan mimpi saja. Itulah kenapa saya merasa yakin akan menang dalam abritrase internasional ini," tegas Isran.

Sementara itu pembicara lain dalam diskusi tersebut, Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy menegaskan bahwa IMM harus mencari pemimpin bangsa yang berani memanfaatkan kebesaran Indonesia. IMM harus berinisiatif mengumpulkan capres untuk mendengarkan visi mereka untuk bangsa ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya