Berita

Dahnil Anzar Simanjuntak

Pelajar Indonesia di Luar Negeri harus Contoh Gerakan Bung Hatta

JUMAT, 21 DESEMBER 2012 | 19:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para pelajar Indonesia yang sedang studi di luar negeri memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar. Para pelajar yang tersebar di berbagai negara dituntut untuk turut menghadirkan dan merawat rasionalitas masyarakat Indonesia agar demokrasi memberikan manfaat bagi rakyat.

"Peran-peran pencerahan dan memberikan masukan-masukan kontruktif bagi anak-anak muda yang di Indonesia dan masyarakat Indonesia secara umum perlu dilakukan," jelas Dahnil Anzar Simanjuntak, ekonom Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten saat menjadi pembicara di International Symposium of Indonesian Students di Jawaharlal Nehru University, New Delhi, India (Jumat, 21/12).

Dahnil menjelaskan, demokrasi akan efektif mendorong kesejahteraan dan kebaikan bagi bangsa apabila masyarakat di negeri itu rasional. Sebaliknya masyarakat yang irasional justru akan menyebabkan demokrasi jadi alat bagi para politisi pemburu rente, yang menyebabkan hak-hak publik terabaikan.

"Hasilnya, adalah hadirnya kemiskinan dan kesenjangan yang besar. Hal ini terjadi di Indonesia," ungkap Dahnil.

Menurut Dahnil, kiprah dan peran-peran intelektual seperti yang dilakukan Bung Hatta ketika belajar di Belanda dahulu harus jadi contoh. Hatta, melalui kegiatan intelektual dan perdebatan ilmiah, mempertahankan nama Indonesia demi pemaknaan politik dan ketatanegaraan sehingga mempengaruhi pemuda-pemuda Indonesia di dalam negeri melahirkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

"Nah, peran-peran intelektual seperti yang dilakukan Bung Hatta bisa dilanjutkan dengan cara dan model yang berbeda dengan pemaknaan nasionalisme yang berbeda pula," sambung Dahnil.

Pada zaman Bung Hatta, musuh bersamanya adalah imperialisme. Nah saat ini, musuh bersama yang harus dilawan pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri adalah korupsi dan kemiskinan.

"Berikan masukan-masukan konstruktif tentang masalah-masalah ini kepada para pembuat kebijakan di Indonesia dan kawan-kawan pergerakan mahasiswa di Indonesia agar mereka mampu mendorong perubahan yang mendasar di dalam negeri," pungkas Dahnil. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya