Berita

Ruhut Sitompul

SBY-DIN

Ruhut Harus Minta Maaf kepada Din atau Terima Kemarahan Warga Muhammadiyah

KAMIS, 20 DESEMBER 2012 | 15:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bekas Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul dituding tidak punya etika. Karena Ruhut menyebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai ayam sayur.

"(Pernyataan Ruhut itu juga) menyinggung perasaan warga Muhammadiyah," tegas mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ton Abdillah Has (Kamis, 20/12).

Ruhut menilai Din sebagai ayam sayur setelah kemarin Din mengungkapkan masyarakat menyesal memilih SBY sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2009 lalu.

Ton menjelaskan, kritik Din bahwa rakyat menyesal memilih SBY adalah normatif. Dan pernyataan Din itu bisa juga dibuktikan dengan kian menyusutnya kepercayaan rakyat. Hal ini terlihat dari hasil survei lembaga-lembaga kredibel beberapa tahun terakhir.

"Seharusnya kritik Din yang faktual dibalas fakta pula, bukan serangan sarkastik yang jauh dari etika," sergah Ton.

Lagi pula, sebagai pemimpin sivil society, sudah pada koridornya Din Syamsudin melakukan peran checks and balances atas merosotnya kehidupan bernegara akibat korupsi, kemiskinan, konflik sosial dan agama, serta praktek penyelenggaran negara yang jauh dari pancasila dan UUD 1945.

Apalagi kritik tersebut telah berulang kali disampaikan. Termasuk dalam pertemuan Presiden SBY dengan tokoh-tokoh agama di Istana Negara pada 17 desember 2011. Dan sampai sekarang kinerja pemerintah belum menunjukkan perbaikan. Karena itu, Ton menegaskan, Ruhut seharusnya meminta maaf kepada Din Syamsudin dan warga Muhammadiyah atau bersiap menerima kemarahan warga Muhammadiyah. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya