Berita

sby/ist

SBY Diberi Gelar Lagi Oleh Kampus Malaysia, Gus Choi Bilang Biasa

RABU, 19 DESEMBER 2012 | 22:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hal yang biasa dan umum jika seorang tokoh besar dan dinilai berjasa mendapatkan gelar doktor kehormatan dari sebuah perguruan tinggi (universitas).

"Pemberian gelar itu biasa, dan bagian dari diplomasi," ujar anggota Komis I DPR, Efeendy Choiri (Gus Choi) kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (19/12).

Pernyataan ini menanggapi, pemberian gelar kehormatan Honoris Causa Doctor of philosophy (Ph.d) in Leadership of Peace, dari Universitas Malaysia Utara (UMU) kepada Presiden SBY.


Menurut Gus Choi, UMU adalah kampus Ketua DPR Marzuki Alie mendapatkan gelar S3 (DR) dan sekarang tempat SBY mendapatkan gelar kehormatan.

"Ini kan kampus baru, kampus Marzuki Alie, kampus ini berdiri tahun 1990-an," tambahnya.

Sambung Gus Choi, di Malaysia itu kampus yang besar seperti Universitas Indonesia (UI) di Indonesia itu adalah Universitas Kebangsaan Malaysia (UKB) yang juga almamaternya pernah memberikan gelar kehormatan kepada Jusuf Kalla.

Soal "pelecehan" Malaysia kepada Indonesia, seperti BJ Habibie, Gus Dur, permasalahan TKI, pencablokan Perbatasan dan Pencaplokan Budaya, menurut Gus Choi tidak boleh dibiarkan.

"Begini, secara umum, hubungan Indonesia dan Malaysia harus diselesaikan, dan kita tidak boleh mengalah dan kalah, dan tidak boleh semena-mena dari mereka, kita lebih besar, kita lebih berjasa dari mereka dari aspek pendidikan dan pembangunan. Awalnya mereka belajar dan membangun, dari kita tenaga kerjanya. Kalau mereka macam-macam harus dingatakan dan dijewer," beber Gus Choi.

Lalu, apakah pemberian gelar pada SBY upaya Malaysia untuk meredam kemarahan Pemerintah dan Rakyat Indonesia? Gus Choi menilai, langsung atau tidak langsung, pasti masyarakat melihat itu.

"Langsung atau tidak langsung pasti ada pandangan kesana, tapi ini (pemberian gelar kehormatan) sudah dirancang lama," tutup Gus Choi. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya