Berita

prabowo subianto/ist

Politik

Prabowo Subianto: Demokrasi Indonesia Dibajak Kelompok Kurawa

SELASA, 18 DESEMBER 2012 | 12:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia sekarang berada di persimpangan jalan. Cita-cita demokrasi disandra kelompok kurawa, perlambang angkara murka. Meraka diajarkan keinginan masing-masing dengan mengatakan persetan dengan orang.

Begitu disampaikan calon presiden Prabowo Subianto dalam diskusi "Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan dan Analisis Politik 2012,  Suara Tuhan: Suara Rakyat Versus Suara Elite" di Garden Terrace Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (18/12).

Namun demikian, Prabowo masih percaya bahwa demokrasi adalah sitem yang terbaik asal prosesnya dijalankan dengan benar dan baik.

"Saya percaya dan komit pada demokrasi. Kita harus melihat ada keberhasilan pada bangsa kita. Kita sudah merintis keadaan demokrasi," katanya.

Hal itulah aku mantan Danjen Kopassus ini, dirinya terpanggil untuk terjun ke dunia politik yang dalam arti sederhana berarti upaya untuk memperbaki rakyat.

"Sebagai anak bangsa saya ingin memberbaiki bangsa, makanya saya masuk politik. Saya pernah belajar politik," katanya lagi.

Namun Prabowo mengaku banyak belajar dari dunia politik yang dilakoninya selama ini. Teori dan konsepsi demokrasi yang sudah bagus ditulis di buku-buku ternyata tidak sesuai dengan praktek dan realitanya di lapangan.

"Di dalam teori di kampus yang ada adalah benar salah, sedangkan di lapangan yang ada adalah menag kalah. Tidak ada dosen dan kampus yang mengajarkan serangan fajar. Namun kalau tidak ngerti serangan fajar, dia tidak ngerti politik Indonesia," imbuh pendiri Partai Gerindra itu disambut tepuk tangan hadirin. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya