Berita

DAGING SAPI OPLOSAN

PKS akan Dorong Pengesahan RUU Jaminan Produk Halal

SELASA, 18 DESEMBER 2012 | 11:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah jangan membiarkan masyarakat resah akibat perbuatan oknum pedagang nakal yang memasukkan daging babi untuk bahan bakso.  Karena itu pemerintah harus sigap dan menindak pedagang bakso nakal.

"Pemerintah harus sesering mungkin melakukan sidak dan menindak pedagang nakal tersebut. Karena ini sudah merupakan tindakan kriminal, membohongi konsumen seolah-olah bakso halal," ujar anggota Komisi Agama DPR Nasir Djamil (Selasa, 18/12).

Nasir mengatakan, sidak tersebut tidak hanya terbatas pada bakso saja, melainkan juga makanan lainnya yang berbahan daging sapi.

"Memang saat ini harga daging sapi sedang naik, makanya ada saja oknum yang kemudian mengoplos makanan dengan daging babi yang lebih murah. Untuk itu sidak tidak boleh hanya terbatas pada bakso saja, tetapi juga makanan lainnya yang berbahan daging sapi, agar konsumen semakin terlindungi, " ungkap politikus PKS ini.

Menurut Nasir, masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim harus mendapatkan jaminan terhadap peredaran makanan yang halal dan sehat serta berkualitas. Oleh karena itu, Nasir mengatakan perlu segera pengesahan RUU Jaminan Produk Halal (RUU JPH) yang saat ini sedang dibahas di DPR.

"Dengan kejadian ini, dimana juga pernah terjadi sebelumnya ada bakso daging tikus dan lain-lain, Fraksi PKS akan mendorong segera disahkannya RUU Jaminan Produk Halal. Apabila sebelumnya ada perdebatan apakah sertifikasi halal bersifat mandatori (wajib) atau voluntary (sukarela), maka kita mendorong agar sertifikasi halal haruslah bersifat mandatory, agar memberikan jaminan keamanan suatu produk untuk konsumen," tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya