Berita

soegeng sarjadi/ist

Soegeng Sarjadi: 2012, Tahun Politik Sungsang

SELASA, 18 DESEMBER 2012 | 11:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Politik 2012 merekam peristiwa-peristiwa politik dalam puzzle yang terbolak-balik dan salah posisi.

Mirip bayi sungsang dalam rahim ibunya. Seperti itu pula politik dalam rahim Ibu Pertiwi. Elite politik republik ini melakonkan watak dan perilaku politik sungsang, seringkali salah tempat dan posisi tanpa etika dan moral.

"Kekuasaan dan uang menjadi episentrum berpolitik yang membelokkan arah politik dari tujuan bernegara," ujar pengamat politik senior, Soegeng Sarjadi, dalam sambutannya pada diskusi "Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan dan Analisis Politik 2012: Suara Tuhan: Suara Rakyat Versus Suara Elite", di Garden Terrace Hotel Four Seasons, Jakarta Selasa (18/12).


Menurut Soegeng, saat ini rakyat mulai ragu dan kelelahan mengikuti perkembangan politik tanah air. Elite politik negeri ini justru makin riuh dan bising. Gambaran wajah politik kotor dalam kubangan korupsi menjadikan makin jauh dari amanah berpolitik untuk negera dan kesejahteraan.

"Berpolitik kian sarat perburuan rente dalam arus utama untuk kekuasaan," ungkap Soegeng.

Soegeng menyebut tahun 2012 tahun sungsang. Presiden yang seharusnya terdepan menegakkan politik bernegara seringkali terseret dalam arus permainan politik kekuasaan dan pemerintahan. Perseteruan KPK dan Polri mesti berakhir dalam ketegangan baru. Koalisi Setgab yang dibangun untuk menguatkan pemerintahan SBY-Boediono tidak efektif dan rapuh.

Sambungnya, kepercayaan rakyat terhadap DPR terperosok tajam akibat kongkalikong dan perburuan rente yang sulit dibuktikan.

"DPR lebih dilihat sebagai tempat politisi mencari nafkah ketimbang tempat para wakil rakyat berkumpul membicarakan nasib rakyat," katanya.

"Politik sungsang antara eksekutif dan legislatif menjadikan relasi keduanya hampir tidak pernah sejalan, hingga politik menjadi gaduh dan ricuh, noise but voiceless," tambah Soegeng. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya