Berita

Syahganda Nainggolan: SBY Harus Pidato Kobarkan Keberanian di Malaysia

SELASA, 18 DESEMBER 2012 | 07:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pertemuan Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur sepatutnya mengangkat hal-hal fundamental terkait ketidakharmonisan yang sering terjadi dalam hubungan sesama serumpun.

Karenanya, forum tertinggi kedua negara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak itu harus menawarkan pengembalian kerukunan antarbangsa serumpun akibat sering dicabik oleh kepentingan sepihak Malaysia.

Tawaran itu, kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan dinilai penting untuk mengukuhkan kerjasama lebih baik ke depan antara Indonesia dan Malaysia, tanpa adanya lagi perilaku penistaan yang acapkali dilakukan Malaysia kepada bangsa Indonesia.  

”Bahkan, Presiden SBY diharapkan berpidato dengan mengobarkan keberanian utamanya menyentuh pudarnya semangat persahabatan kedua pihak, termasuk menekankan pandangan kritis atas banyaknya kasus pelecehan kemanusiaan oleh pihak Malaysia terhadap keberadaan WNI/TKI di negeri jiran tersebut,” ujarnya (Selasa, 18/19). 

Menurut Syahganda, Presiden SBY juga harus mengingatkan berbagai tindakan ceroboh dan terkesan sengaja aparat Malaysia, dalam melakukan pelanggaran kedaulatan di wilayah NKRI secara berulang-ulang. Ia menambahkan, kasus penghinaan oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia, Zainudin Maidin dengan menuduh BJ Habibie sebagai pengkhianat bangsa pun memerlukan penolakan tegas dari Presiden SBY, mengingat sikap tidak terhormat Zainuddin itu telah melukai perasaan bangsa Indonesia yang tergolong menghormati BJ Habibie selaku mantan Presiden RI ke-3.

Syahganda menyebutkan, momentum pertemuan Indonesia-Malaysia kali ini, jelas tak boleh mengabaikan situasi terus memburuk dalam dinamika persahabatan kedua negara akhir-akhir ini, dan bila tidak dibicarakan serius hal itu dapat memunculkan kemelut permusuhan yang semakin parah di kemudian hari.

Selanjutnya, terjadinya perkembangan yang tidak sehat antara Indonesia-Malaysia juga harus disadari penuh para pemimpin Malaysia. Ia menyesalkan, sejauh ini keinginan bertoleransi ataupun upaya mempertahankan nilai-nilai persahabatan dengan bangsa Malaysia hanya datang dari kalangan Indonesia, sementara kekhawatiran serupa atas potensi merusaknya hubungan itu jarang ditunjukkan otoritas resmi pemerintah Malaysia.  

”Jadi, jangan dikira soal masa depan hubungan Indonesia-Malaysia itu sekadar untuk kebutuhan nasional Indonesia, sebab seandainya terganggu justru Malaysia akan banyak mengalami kerugian yang membahayakan di tataran regional,” ungkapnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya