Berita

hercules

RUU DESA

Ganjar Pranowo Heran Hercules Ancam PDIP

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 | 11:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi II DPR dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo heran partainya disebut tidak setuju pengesahan RUU Desa menjadi UU. Dia menilai, banyak orang tak tidak mengerti, tapi sudah ikut angkat bicara.

"Sepertinya pada nggak ngerti. Nggak setuju itu gimana? Semua sudah memberikan DIM, sudah membahas. Pemerintah baru memberikan pandangannya minggu lalu atas DIM fraksi kok nggak setuju gimana sih. Itu orang nggak ngerti saja," jelas Ganjar kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Minggu, 16/12).

Ganjar menegaskan, dirinya adalah inisiator RUU Pembangunan Pedesaan pada periode lalu meski pemerintah tidak setuju. Setelah menolak RUU itu, katanya, saat ini pemerintah mengajukan RUU baru, yaitu RUU Pemerintahan Desa.

"Makanya saya tidak ngerti kalau disebut tidak setuju. Ini banyak yang confiused. Yang nggak setuju itu yang mana. Saya juga heran. Kayaknya itu miskomunikasi semuanya. Wong kemarin itu waktu rapat terakhir saja dengan LSM, yang datang itu cuman saya dan Budiman Sudjatmiko dari PDIP dan Pak Muqowwam dari PPP," jelasnya.

Ganjar mengungkapkan itu saat dimintai tanggapan atas ancaman Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Hercules, yang ikut berdemo bersama ribuan orang perangkat desa pada Jumat lalu di depan gedung DPR. Dikutip dari sebuah media online, Hercules mengancam agar dua partai yang menentang itu, yakni Hanura dan PDI-P, tidak dipilih lagi dalam pemilu maupun pilkada.

"Kalau PDI-P dan Hanura tidak mau setujui UU ini, kami akan gerakkan anggota di daerah tidak pilih kader PDI-P dan Hanura di pemilu dan pilkada," kata Hercules.

Ganjar mengklaim, pada saat berbicara dengan perwakilan aparat desa, mereka setuju dengan penjelasannya. Makanya, dia menganggap orang yang menyebut partainya tidak setuju tidak mengerti masalah. "Jangan-jangan orang-orang itu nggak ngerti. Wong kita di dalam saja lagi berdebat, jenis desa itu ada berapa saja kita masih eyel-eyelan kok," tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya