Berita

ilustrasi

Ironis, Dalam Seminggu Seorang Pengendara Motor Tewas Dilindas Kontainer di Jakut

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 | 08:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jumlah pengendara sepeda motor yang tewas dilindas truk kontainer di Jakarta, khususnya Jakarta Utara terus melonjak. Setiap bulan rata-rata dua pengendara sepeda motor tewas dilindas kontainer.

Bahkan di bulan Oktober dan November 2012, setiap minggu rata-rata satu pengendara sepeda motor tewas dilindas kontainer.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane pagi ini (Minggu, 16/12).

Neta membeberkan, sepanjang 2012 ada 27 pengendara sepeda motor yang tewas dilindas truk kontainer di Jakarta Utara. Padahal tahun 2011 hanya ada 15 orang yang tewas. Memang, secara umum jumlah korban kecelakaan lalulintas di Jakut tahun 2012 ini menurun, yakni 130 orang tewas dibanding 2011 yang korban tewasnya mencapai 158 orang.  "Namun untuk pemotor yang tewas dilindas kontainer justru meningkat," ungkap Neta.

Bahkan, saat operasi Zebra Jaya dilakukan pada November 2012, setiap satu minggu satu pemotor tewas dilindas kontainer. Hari rawan kematian bagi pemotor adalah Kamis. Pada hari tersebut frekwensi kontainer yang menuju Pelabuhan Tanjungpriok memang meningkat, seiring pengiriman petikemas ke luar negeri.

"Sedangkan kawasan rawan bagi pemotor dilindas kontainer adalah  Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jalan  Raya Cilincing, Jalan RE Martadinata, Jalan Pelabuhan, dan Jalan  Yos Sudarso," imbuhnya.

Ironisnya, tidak ada upaya maksimal dari Ditlantas Polda Metro Jaya maupun Polres Jakarta Utara untuk mengantisipasi dan menekan angka korban tewas tersebut.

Padahal, dari berbagai peristiwa yang ada sebenarnya Ditlantas Polda Metro dan Polres Jakut bisa memetakan masalah,  untuk membuat langkah-langkah antisipasi agar para pemotor tidak terus menerus tewas dilindas kontainer. "Sayangnya langkah-langkah tersebut tidak dilakukan dengan maksimal sehingga korban tewas dilindas kontainer terus berjatuhan," demikian mantan wartawan ini. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya