Berita

SILATNAS PARTAI DEMOKRAT

Menunggu Permintaan Maaf Ketua Dewan Pembina

SABTU, 15 DESEMBER 2012 | 16:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono disarankan memanfaatkan forum Silaturahmi Nasional Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, nanti malam (15/12) untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya yang dalam pemilu 2009 lalu memilih kader sebagai anggota legislatif dan dirinya sebagai Presiden RI 2009-2014.

Demikian dikatakan Adhie M Massardi ketika diminta pendapatnya oleh Rakyat Merdeka Online di Jakarta petang ini (15/12).

“Yudhoyono harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena dalam tiga tahun terakhir ini, berita korupsi di Indonesia didominasi oleh perbuatan kader-kader Partai Demokrat seperti Nazaruddin (Bendahara Umum), Angelina Sondakh (Wakil Sekjen), Hartati Murdaya (Dewan Pembina/Anggota), Andi A Mallarangeng (Dewan Pembina/Sekretaris), dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang terus disebut-sebut media massa terindikasi terlibat korupsi proyek Hambalang,” tutur Adhie.

Menurut rencana malam ini SBY akan memberikan pidato pembekalan kepada sekitar 5.000 kader Demokrat peserta Silatnas, yang terdiri dari jajaran Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Komisi Pengawas, Pengurus DPP, Pengurus DPD, Pengurus DPC, dan anggota legislatif tingkat pusat hingga daerah.

Adhie mengingatkan agar Yudhoyono tidak mengulang-ulang pernyataannya yang meminta agar “kader partai yang merasa tidak nyaman untuk mencari tempat lain”. Juga tidak mengulang bantahan kader partainya banyak yang terlibat tindak pidana korupsi dengan menyatakan “kader partai lain lebih banyak yang terlibat korupsi”.

“Seharusnya, kalau dia merasa tidak nyaman dengan tingkah laku kader-kader partainya yang tidak juga hengkang, ya dia sendiri dong yang mundur sebagai Ketua Dewan Pembina. Ini juga bentuk merupakan bentuk pertanggungjawaban moral Yudhoyono yang gagal membina kader partainya,” ungkap Adhie.

Apalagi, tambah koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini, “kader Demokrat yang terlibat tindak pidana korupsi itu faktanya kan tokoh-tokoh penting dalam lingkaran dalamnya sendiri”.

Adhie juga mengingatkan kepada seluruh kader Partai Demokrat, bahwa semua parpol yang pernah ikut pemilu otomatis menjadi lembaga publik yang bisa dikontrol langsung oleh masyarakat.

“Karena semua parpol yang pernah ikut pemilu, sudah menggunakan ruang publik dan bahkan uang negara. Sejumlah kadernya di legislatif bahkan menerima gaji bulanan dari uang rakyat. Jadi layak dikritisi semua tingkah lakunya,” tutup Adhie. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya