Berita

abdul rasyid

PENGHINAAN TERHADAP HABIBIE

Tak Beretika, Zainuddin Maidin Rendahkan Martabat Melayu

RABU, 12 DESEMBER 2012 | 09:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tulisan mantan Menteri Penerangan Malaysia Tan Sri Zainuddin Maidin di koran Utusan Malaysia yang menyebut mantan Presiden RI BJ Habibie sebagai The Dog of Imperialism disesalkan banyak pihak.

Pernyataan tersebut dinilai tidak sesuai dengan etika, tata krama, dan kesantunan orang Melayu. Orang Melayu adalah orang yang berbudaya dan sangat menghormati orang-orang di sekitarnya, terutama kepada jiran dan tetangga dekat.

"Untuk menyatakan suatu usulan, pujian, kritik, protes, dan juga ejekan orang Melayu tidak pernah menyampaikannya secara terbuka. Mereka telah dilatih menyampaikan sesuatu melalui seni dalam bentuk pantun dan gurindam. Itulah sebab mengapa orang Melayu dipandang sebagai orang terhormat dan civilized," ujar tokoh Melayu Deli, yang juga Ketua Yayasan Cinta Medan, Abdul Rasyid saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 12/12).

Karena itu, lanjut Rasyid, pernyataan Zainuddin Maidin itu tidak sepatutnya keluar dari mulut orang Melayu. Rasyid mengakui bahwa Zainuddin Maidin merupakan keturunan India muslim. Tapi dia tumbuh besar di tanah Melayu dan sudah dibangsakan dengan Melayu. Karena warga muslim Malaysia semua disebut Melayu.

Apalagi, sambung Rasyid, pernyataannya itu disampaikan di media terbesar Malaysia yang juga dibaca orang-orang Melayu di seluruh penjuru Nusantara. Dengan pernyataan itu, Zainuddin Maidin sama saja seperti menghitamkan muka dan martabat orang Melayu.

"Saya banyak mendengar komplain dari masyarakat Melayu terkait masalah ini. Kawan-kawan komunitas Melayu baik di Medan, Riau, Pontianak dan sejumlah tempat lain banyak yang menyayangkan pernyataan itu. Mereka khusus menelopon dan SMS saya hanya untuk menyampaikan penyelasan dan kekecewaan mereka", tegas Abdul Rasyid yang saat ini sedang berada di Bali untuk mengikuti rakernas HIPMI.

Abdul Rasyid, lebih lanjut, menyayangkan sikap diam publik Melayu Malaysia terkait isu ini. Kelihatannya, orang-orang Melayu di sana tidak berani bersuara untuk menyampaikan protesnya. Rasyid menduga ini adalah akibat belum terbukanya kebebasan berbicara dan bersuara di Malaysia. Namun secara bathiniyyah, Rasyid meyakini bahwa publik Melayu Malaysia pun pasti tidak setuju dengan Zainuddin. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya