Berita

Menlu Marty Jadi Beban Pemerintah, Sebaiknya Mundur Saja

SELASA, 11 DESEMBER 2012 | 20:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengenai artikel yang ditulis mantan Menteri Penerangan Malaysia Tan Sri Zainuddin Maidin dianggap terlalu mengecilkan dan menyederhanakan persoalan.

Di dalam artikel itu Tan Sri Zainuddin menyamakan mantan Presiden BJ Habibie dengan anjing penjajah atau istilah yang digunakannya dog of imperialism.

Berbicara kepada wartawan sebelum menghadiri Rapat Dengar Pendapat di Komisi I DPR RI, siang tadi (Selasa, 11/12), Marty mengatakan bahwa tidak semua hal harus dikomentari.

"Ini adalah tulisan pribadi dari seorang mantan menteri penerangan Malaysia. Apakah setiap tulisan seperti itu akan kita komentari satu persatu? Jangan setiap masalah seolah-olah merupakan polemik," kata Marty.

Menurut Ketua bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah Teguh Santosa, pernyataan Marty itu memperlihatkan bahwa dirinya kurang memiliki keberanian untuk sekadar memberikan peringatan kepada mantan pejabat tinggi Malaysia itu. Pernyataan Marty itu pun, ujar dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini, memperlihatkan keengganan Marty mengakomodasi aspirasi masyarakat Indonesia yang merasa terhina dan tersakiti.

"Betul bahwa tidak semua harus ditanggapi. Tetapi kalau yang satu ini dianggap angin lalu, maka untuk masa yang akan datang ini akan menjadi preseden. Bukan tidak mungkin akan muncul lagi pendapat-pendapat lain yang lebih menghina pemerintah dan mantan pejabat Indonesia," ujarnya di Jakarta, beberapa saat lalu.

"Kalau Marty memang tidak mampu mengadvokasi kehormatan bangsa ini di hadapan bangsa-bangsa lain, sebaiknya Marty mundur saja dari Kabinet Indonesia Bersatu. Ketidakmampuan dirinya memperlihatkan sikap tegas menjadi beban bagi pemerintah," katanya lagi.

Teguh juga mengatakan, ini bukan kali pertama Marty memperlihatkan sikap tidak tegas dalam sejumlah persoalan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya