Berita

ilustrasi

Ketum Pemuda Muhammadiyah Luncurkan Indonesian Election Watch

SENIN, 10 DESEMBER 2012 | 15:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemilu dan demokrasi di Indonesia harus ditingkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, partai-partai politik dan penyelenggara Pemilu harus diawasi sehingga mampu menghasilkan para pemimpin berkualitas.

Untuk itu, diperlukan pemantau-pemantau independen di luar partai politik dan penyelenggara Pemilu.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay saat launching dan pengukuhan relawan Indonesian Election Watch (IEW) di Hotel Sahid, Surabaya Minggu (9/12).

"Pemantau-pemantau independen ini sudah sangat tepat bila diperankan oleh ormas-ormas yang independen, berpengalaman, dan memiliki jaringan yang cukup kuat di masyarakat," jelasnya.

"Dalam kontek itulah, saya sangat bangga atas inisiatif kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur yang membentuk IEW ini. Saya yakin, lembaga ini dapat dijadikan sebagai garda terdepan dalam mengawal transisi demokrasi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," sambung Saleh.

Inisiatif Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur ini, lanjut Saleh, diharapkan akan diikuti oleh aktivis-aktivis Pemuda Muhammadiyah di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, peran dan partisipasi Pemuda Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa akan semakin dirasakan oleh masyarakat.

"Tugas ini adalah tugas mulia. Di saat orang-orang berlomba-lomba memperebutkan kekuasaan melalui jalur politik, Pemuda Muhammadiyah masih berpikir untuk menempatkan sebagian kader-kadernya untuk menjadi pemantau independen. Ini adalah salah satu bagian advokasi publik yang secara tidak langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat."

Selain melaunching IEW, Saleh Daulay hadir di Surabaya juga untuk menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional yang digagas Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

Seminar yang mengambil tema "Revitalisasi peran ormas pemuda dalam Harmonisasi Kebangsaan dalam Bingkai NKRI" diikuti 350 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Rekomendasi seminar tersebut selanjutnya akan diserahkan ke pemerintah Jawa Timur dengan harapan dapat diimplementasikan dalam membangun kualitas para pemuda di Jawa Timur.  [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya