Berita

MOHAMMAD NUH/IST

Politik

DPR Protes Disebut Seakan Halangi Penyusunan Kurikulum 2013

SABTU, 08 DESEMBER 2012 | 21:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh kembali menuai kritikan dari kalangan Komisi X DPR RI menyusul pernyataannya belum lama ini terkait rencana penyusunan kurikulum 2013.

Kalangan DPR pun protes dikatakan seolah-olah menghalangi rencana Kemendikbud menyusun kebijakan baru tersebut.

"Pak Mendikbud sendiri bilang uji publik ini masuk kepada tahap penyempurnaan. Karena itulah diujipublikkan. Kalau memang tidak menerima masukan, kritikan, termasuk yang menolak juga, lalu untuk apa dilakukan uji publik?," kata anggota Panja Kurikulum Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/12).


Raihan mengingatkan, pada era keterbukaan informasi seperti sekarang ini selayaknya dibangun kerja kemitraan yang sehat antara DPR dan pemerintah demi membangun kepercayaan di masyarakat. Terlebih saat ini terjadi krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Dalam kerangka itulah DPR memberi pengawasan dan masukan-masukan kepada Kemdikbud. Jadi kita bukan menghalang-halangi kurikulum baru tersebut, tapi untuk penyempurnaan kurikulum tersebut," tegas Raihan.

Di sisi lain, ia juga mempertanyakan Kemendikbud yang sejak awal tidak melibatkan DPR sebagai mitra, dalam penyusunan kurikulum 2013. Padahal seperti diketahui, Komisi X DPR juga memiliki Panja Kurikulum.

"Menurut Mendikbud sendiri penyusunan Kurikulum 2013 ini sudah dimulai sejak tahun 2010. Tapi mengapa anggota DPR RI tidak pernah diajak untuk membahas hal tersebut sebelumnya? Kenapa baru sekarang-sekarang ini sesaat sebelum uji publik dilakukan?"  tanyanya.

Dalam konferensi pers Kamis (6/`12) lalu,  Mohammad Nuh mengatakan, ada anggota Panja DPR RI yang tidak setuju dengan kurikulum baru yang tengah disiapkan. Nuh menegaskan, dia tetap akan memberikan penjelasan walaupun sebenarnya masalah kurikulum merupakan kewenangan pemerintah. [wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya