Berita

presiden sby

Ulil Abshar-Abdalla Bangga SBY Masuk Daftar Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia

SELASA, 04 DESEMBER 2012 | 13:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Politikus Partai Demokrat menyambut baiknya masuknya Presiden SBY dalam daftar orang tokoh muslim yang berpengaruh di tingkat dunia.

"Sebagai bangsa Indonesia, saya mengapresiasi sekaligus bangga atas masuknya Presiden SBY di dalam jajaran tokoh Islam di tingkat dunia. Bahkan posisi Presiden SBY dari tahun ke tahun terus meningkat. Ini bukti kalau ketokohan SBY di dunia Islam diakui lembaga internasional,” ujar Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Demokrat Ulil Abshar-Abdalla di Jakarta, Selasa (4/11).

The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) merilis daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di tingkat dunia. Dari Indonesia ada tiga tokoh yang masuk. Yaitu, Presiden SBY; Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj. SBY menempati ranking cukup tinggi, yaitu di urutan 9.

Menurut Ulil, salah satu deskripsi masuknya SBY karena dianggap berhasil mewarnai kancah politik dengan mendirikan Partai Demokrat.  “Di era kepemimpinan SBY, demokrasi dinilai kian berkembang pesat seiring tumbuhnya aturan otonomi daerah. Penyelesaian konflik Aceh dan Papua juga berhasil dibereskan,” terang Ulil.

Ketua Biro Kaderisasi Utama DPP Partai Demokrat Muhammad Husni Thamrin juga sangat senang. “Itu adalah penghargaan dari lembaga yang sangat berpengaruh dan prestise di dunia Islam,” tandas kata Husni.

Karena itu, semua bangsa Indonesia harus bangga dengan sosok SBY yang juga telah beberapa kali mendapat penghargaan dunia internasional. “Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pun sampai menganugerahi Honorary Companion of the Order of Australia (AC) atas penanganan kasus Bom Bali 2002,” katanya.

Saat kunjungan kenegaraan ke Inggris, Ratu Elizabeth II memberikan penghargaan Knight Grand Cross in the Order of the Bath kepada Presiden SBY. Sederet penghargaan lain juga pernah didapatnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

UI Investigasi Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 | 16:12

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

Selasa, 14 April 2026 | 16:11

Pramono Dukung Pemberantasan Premanisme di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 | 16:03

Jemaah Haji Tak akan Terbebani Kenaikan Ongkos Penerbangan

Selasa, 14 April 2026 | 16:02

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

Selasa, 14 April 2026 | 15:46

Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai di Washington

Selasa, 14 April 2026 | 15:43

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

Selasa, 14 April 2026 | 15:36

Aboe Bakar Minta Maaf terkait Pernyataan Madura dan Narkoba

Selasa, 14 April 2026 | 15:14

Tak Masuk Akal Nasdem Gabung Gerindra

Selasa, 14 April 2026 | 15:06

China Minta Semua Pihak Menahan Diri usai AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 | 14:52

Selengkapnya