Berita

thobby mutis

Selama TA 2011/2012, Usakti Torehkan Sejumlah Prestasi di Tingkat Internasional

JUMAT, 30 NOVEMBER 2012 | 11:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Selama tahun akademik 2011/2012, Mahasiswa Universitas Trisakti mendapatkan pengakuan internasional sebanyak 17 prestasi dan nasional sebanyak 26 Prestasi dari bidang Ilmiah, olahraga dan seni budaya.

Sementara dari dosen mendapatkan pengakuan internasional sebanyak 15 prestasi internasional dan 7 prestasi nasional yang berasal dari bidang PKM, organisasi dan lainnya.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Trisakti Toby Muthis saat memberikan laporan pertanggungjawaban dalam acara Dies Natalis Ke-47 Universitas Trisakti yang mengusung tema “Kolaborasi Ilmu Dalam Lingkup Ekonomi dan Teknologi Hijau Untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat”, di Audiotarium Gedung Ki Hajar Dewantara, Kampus B Universitas Trisakti, Jakarta (Kamis, 29/11).

Dia menjelaskan, Universitas Trisakti selalu berusaha berada di barisan terdepan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan peradaban melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbasis ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian, berjiwa wirausaha dan berkarakter Trikrama Universitas Trisakti. "Posisi Universitas Trisakti dapat dilihat dari outcomes-nya berupa pengakuan internasional dan nasional atas prestasi dan kontribusi mahasiswa dan dosennya,” ujarnya.

Beberapa mahasiswa Usakti yang mendapatkan pengakuan internasional di antaranya adalah Bernard Dimas Rexa dari FTI Prodi Teknik Mesin yang meraih Gold Medal pada Europan Exhibition Of Creativity and Innovation di Rumania, Monica, Natalia Iskandar dan Natasya Meity dari Fakultas Kedokteran Gigi meraih Juara 1 Lomba Ilmiah pada International Asociation For Dental Research di taiwan, dan mendapat kesempatan untuk mempresentasikan Poster Ilmiah Mahasiswa di Las Vegas, dan Mickel Roberto yang meraih 2nd Runner Up Grand Prix Gold Medal pada INOVA di Kroasia.

Selain itu, menurut Toby pengakuan mutu tingkat nasional juga dapat dilihat dari penilaian Akreditasi Universitas Trisakti. "Saat ini hasil akreditasi dari 47 program studi yang ada di Universitas Trisakti untuk program sarjana seluruhnya sudah terakreditasi dengan mayoritas mendapatkan peringkat A," ujarnya.

Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Usakti juga dapat terlihat dengan banyaknya kunjungan dari berbagai instansi-instansi dan perguruan tinggi baik dari dalam maupun luar negeri.
 

Oleh karenanya, menurut Toby, Usakti terus berusaha untuk meningkatkan mutu lulusannya dan juga meningkatkan mutu proses rekrutmen mahasiswa, sehingga dapat meningkatkan keketatan persaingan dan akan menghasilkan kualitas mahasiswa yang tinggi. “Kami juga menyadari bahwa pencapaian hard skill saja tidak cukup, karena itu kompetensi soft skill juga menjadi isu sentral yang selalu kami kelola dan bina,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya meyakini bahwa pencapaian prestasi yang telah diperoleh tersebut tidak akan lengkap jika tidak dapat menyelesaikan isu-isu kesejahteraan masyarakat, keadilan sosial, dan lingkungan sebagai sesuatu yang melekat pada kehidupan Unversitas Trisakti sehari-hari. “Pencapaian prestasi di bidang Ipteksen dan Kepedulian pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan harus terus diupayakan dan diintegrasikan sehingga dicapai keseimbangan antara laju ekonomi dan upaya konvservasi lingkungan alam,” tandasnya.

Sementara itu Utusan Khusus Presiden Bidang Milenium Goal Development (MDGs) Nila Djuwita F. Moeloek dalam orasi ilmiahnya yang bertemakan Universitas Sebagai Sentra Pembangunan Manusia Unggul Menuju Bangsa Cerdas menyebutkan bahwa untuk mencapai kesejahteraan bagi masyarakat bukan lagi merupakan masalahah pemberian top-down, tetapi intinya kembali kepada manusia itu sendiri. "Sumber Daya Manusia sebagai pusa keunggulan manusia merupakan bagian dari proses mencerdaskan bangsa, bukan saja terhadap individu tapi akan berakibatkan pada komunitas atau bangsa,” katanya.

Menurutnya, tanpa SDM, bangsa, dan tenaga kerja dibidang formal yang berkualitas, niscaya peningkatan pembangunan ekonomi maupun berbagai hal lain akan menjadi rapuh dan tidak mungkin untuk dicapai sesuai dengan harapan. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya