Berita

hartati murdaya/ist

Politik

Hartati Murdaya Teken Pelimpahan Berkas ke Penuntutan

KAMIS, 08 NOVEMBER 2012 | 16:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bos PT Hardaya Inti Plantation yang menjadi tersangka kasus dugaan penyuapan pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Siti Hartati Murdaya segera duduk di kursi pesakitan Pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta. Sebab, berkas perkara penyidikan miliknya segera dilimpahkan ke penuntutan.

"Ya, hari ini rencananya pelimpahan berkas (ke penuntutan) tahap satu," kata kuasa hukum Hartati Murdaya, Patra M Zen saat mendampingi kliennya, di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Kamis, 8/11).

Hari ini, anggota dewan pembina partai demokrat non aktif tersebut menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menumpang mobil tahanan KPK, dia tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Hartati tidak memberikan keterangan apapun kepada wartawan. Dia langsung ngeloyor masuk ke dalam lobby KPK.


Hartati ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terhadap Bupati Buol, Amran Batalipu sebesar Rp 3 miliar. Melalui anak buahnya, Hartati bermaksud meloloskan surat Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit perusahaannya di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya