Berita

sumaryoto/ist

Jangan Salahartikan Sikap Keras Sumaryoto Terhadap Merpati

SELASA, 06 NOVEMBER 2012 | 20:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki hak konstitusi untuk bersikap kritis kepada pemerintah atau mitra kerjanya. Hak ini pun dimiliki anggota DPR asal PDIP Sumaryoto. Jadi sangat wajar ia bersikap kritis terhadap PT Merpati Nusantara Airlines (MNA).

Demikian disampaikan kuasa hukum Sumaryoto, Warsito Sanyoto di kantor Advokat Warsito Sanyoto, Jalan Kartika Utama BA 6 nomor 9, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).

"Jangan disalahartikan ada maksud tertentu dibalik sikap kritis itu. Apabila dikait-kaitkan dengan Pernyataan Modal Negara (PMN) bagi MNA sebesar 561 miliar rupiah pada APBNP tahun 2011 dan Rp 200 miliar rupiah pada APBN 2012 yang telah disetujui komisi XI pada tahun 2011. Untuk diketahui, klien saya baru masuk menjadi anggota Komisi XI DPR pada tahun 2012," ujarnya


Sambung Warsito, kliennya kritis disebabkan oleh kecintaan terhadap MNA, jangan sampai BUMN ini kolaps karena dipimpin oleh orang yang tidak tepat. Apalagi Dirut Utama MNA.Rudy masih diragukan komitmen dalam kinerjanya. Ini terlihat dari pernyataannya bahwa PT MNA tidak memerlukan PMN lagi, padahal nyatanya, PT MNA memerlukan.

Seharusnya, laba MNA sebesar Rp 500 juta rupiah perhari, tetapi kenyataannya justru merugi hampir Rp 70 miliar per bulan. Ini lebih buruk dari tahun sebelumnya.

"Klien saya ingin memastikan bahwa Direksi MNA yang baru menjalankan Business Plan PR MNA 2010-2015 secara sunggung-sungguh," pungkasnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya