Berita

sby/ist

ORANG HILANG

Kalau Tidak Sanggup, SBY Harus Cerita

RABU, 24 OKTOBER 2012 | 17:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Pansus Penghilangan Orang Secara Paksa, MS Effendy SImbolon meminta Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertindak tegas dalam kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa periode 1997-1998. Tiga tahun lamanya, sejak tahun 2009, hal ini diabaikan SBY terhadap rekomendasi DPR RI.

Demikian disampaikan Effendy dalam jumpa pers di Ruang Wartawan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/10).

"Tiga tahun memang waktu yang sangat lama. Seharusnys presiden menjalankan rekomendasi DPR dalam waktu singkat," kata Politisi PDI Perjuangan ini.


Masih katanya, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian. Kalau SBY tidak bisa menjalankan, sambungnya, harusnya ia bercerita, apa alasannya?

Effendy juga menyindir kepala negera yang sangat cepat merespon kasus Nazaruddin dan kasus KPK-Polri, sementara lambat dalam melaksanakan rekomendasi Pansus Penghilangan Orang Secara Paksa.

"Pertanyaanya kenapa dia (presiden) tidak merespon, seperti waktu merespon misalnya kasus KPK, atau Nazarudin yang direspon cepat. Ini kan rekomendasi resmi lembaga," pungkasnya lagi.

Ada empat rekomendasi yang diputuskan Panitia Khusus (Pansus) kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa 1997-1998. Rekomendasi tersebut adalah; Presiden SBY dan institusi pemerintah terkait untuk membentuk pengadilan HAM Ad Hoc, Presiden SBY harus melakukan pencarian terhadap 13 (tiga belas) orang korban yang masih hilang, Presiden SBY harus merehabilitasi dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang hilang, dan Presiden SBY harus meratifikasi Konvensi Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa.[arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya