Berita

fahd/ist

SUAP DPID

Fahd Benarkan Keterangan Karyawan Bank Mandiri

RABU, 24 OKTOBER 2012 | 09:01 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Terdakwa kasus suap pengurusan alokasi anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Fahd El Fouz membenarkan keterangan yang diberikan oleh para karyawan Bank Mandiri terhadap dirinya dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Selasa malam (23/10).

Lebih lanjut Fahd juga menegaskan bahwa dirinya mengenal Sefa dan membantah jika asisten oribadi dari Wa Ode tersebut tidak mengenal dirinya karena mereka berdua sering berkomunikasi.

"Iya, benar. Saya kenal Sefa, saya selalu berkomunikasi dengan Sefa untuk tagihkan utang dengan Ode. Saya pun sering minta sms maupun telepon untuk tagihkan uang, dan beberapa kali juga Sefa jawab," ujarnya


Fahd yang juga Ketua Gema MKGR ini mengatakan bahwa dirinya dan Haris dan juga Wa Ode memang sering berkomunikasi satu sama lain. Menurutnya hal ini dapat dibuktikan sendiri oleh KPK selama mengusut penelusuran kasus tersebut

"Semua bukti ada koq disadap KPK," tandasnya

D
alam sidang lanjutan yang dimulai pada pukul 18.25 WIB tersebut, Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan 7 orang saksi, yakni Sefa (Asisten Pribadi WON), Daeng Lira (Teller Bank Mandiri), Asep Supriatna (Karyawan Bank Mandiri Cab. Imam Bonjol, Jakarta), Dedi Kusnadi (Karyawan Bank Mandiri), Fadli Rahim (Teller Bank Mandiri), Gunawan (Customer Service Bank Mandiri), dan Rusmayanti (Teller Bank Mandiri)

Fahd didakwa menyuap anggota banggar DPR RI, Wa Ode Nurhayati alias WON sebesar Rp 5,5 miliar. Suap ini untuk kepengurusan alokasi anggaran DPID tahun 2010 di 3 kabupaten, yakni Aceh Besar, Pidie Jaya dan Bener Meriah di Nanggroe Aceh Darussalam

Dalam dakwaannya tersebut Fahd disebutkan bertemu dengan Haris Andi Surachman untuk membicarakan kemungkinan pengaturan anggaran DPID, Haris kemudian menghubungi Wa Ode untuk memuluskan keinginan Fahd tersebut. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya