Berita

amir syamsuddin/ist

Menteri Amir Syamsuddin Tidak Reaktif Tanggapi Temuan PPATK soal Transaksi Mencurigakan

SELASA, 23 OKTOBER 2012 | 13:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin tidak reaktif menanggapi temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebutkan ada tansaksi mencurigakan di Kementerian Humum dan HAM.

"Begini, kita tak boleh reaktif seperti itu. Seakan-akan setelah ada permasalahan baru kita kerjasama," ujar Menteri Amir Syamsuddin di sela-sela acara penandatanganan Nota Kesepahaman Inspektorat Jenderal Kemenkumham Dengan PPATK di kantor Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Selasa, 23/10).

Amir juga menolak anggapan, bahwa kerjasama dengan PPATK hari ini sebagai bentuk pengalihan isu adanya temuan transaksi mencurigakan itu. Menurutnya, informasi dari  PPATK itu sifatnya rahasia. Namun, ia berjanji akan segera meneliti dan menindak lanjuti informasi tersebut.


Selain itu, Amir juga menyatakan jangan karena ada informasi transaksi mencurigakan tersebut bisa langsung memvonis ada tindak pidana korupsi di kementeriannya. Sebelumnya, Amir pun belum pernah mendapat informasi dari PPATK bahwa informasi mencurigakan itu.

"Tapi tentunya kita akan melakukan penelusuran. Sejauh ini Alhamdulillah belum pernah ada informasi awal dari PPATK yang berujung pada proses tindak pidana," ungkapnya.

Yang jelas, lanjut Amir, dengan adanya nota kesepahaman dengan PPATK ini adalah bentuk langkah strategis yang dilakukan Inspektorat Jenderal Kemenkumham dalam upaya peningkatan pengawasan internal di lingkungan Kemenkumham. Selain itu, nota kesepahaman ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang melalui koordinasi dalam pertukaran informasi dan sosialisasi.

Sebelumnya, PPATK menyebutkan ada transaksi mencurigakan di kementerian yang dipimpin oleh Amir Syamsuddin itu. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya