Berita

pilpres/ist

Terbuka, Peluang Perang Bintang di Pilpres 2014

SENIN, 22 OKTOBER 2012 | 22:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mayoritas publik mengasosiasikan sikap tegas tokoh dengan latar belakang TNI.  Dengan fakta itu, maka menunjukkan bahwa dua orang mantan jenderal, yakni Prabowo dan Wiranto adalah sosok yang lebih tegas dari nama-nama capres lain yang beredar. Dengan demikian wajar jika keduanya menjadi pilihan utama publik menghadapi Pilpres 2014.

Indikator persepsi publik terhadap sosok capres yang tegas identik dengan tokoh berlatar belakang TNI, memperlihatkan bahwa mayoritas publik masih mengharapkan Presiden RI 2014-2019 adalah figur berlatar belakang TNI.

Demikian disampaikan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry dalam jumpa pers menyampaikan hasil survei terbaru LSN tentang Capres 2014 di Hotel Atlet Century Park Ruang Atanaya 2, Jakarta, Senin (22/10).


Jelas Umar, Saat LSN menanyakan kepada responden beberapa kombinasi capres dan cawapres, hasilnya kombinasi pasangan capres berlatar belakang TNI dan cawapresnya orang sipil, lebih banyak disukai dan disetujui sebanyak 73,5 persen responden, sedangkan yang mengaku setuju terhadap capres sipil dan cawapresnya berlatar belakang TNI hanya 64,7 persen.

Lalu di luar Prabowo dan Wiranto, apakah ada tokoh berlatar belakang TNI lainnya yang berpeluang meramaikan kontestasi dalam Pilpres 2014? Kata Umar, peluang itu kecil.

"Saat kami sebutkan kepada responden sejumlah nama jenderal kemudian kami tanyakan, siapa diantara mereka yang paling layak menjadi presiden menggantikan SBY? Hanya nama Prabowo dan Wiranto yang mendominasi. Sebanyak 29,9 persen responden menyebut nama Prabowo dan 29,1 persen memilih Wiranto," ungkapnya

Dari hasil itu, sangat mungkin terjadi tokoh berlatar belakang TNI yang dipersepsikan publik memiliki sikap tegas, akan dominan dalam Pilpres 2014 mendatang.  Bahkan peluang untuk terjadinya “perang bintang” dalam final atau putaran kedua Pilpres 2014 cukup terbuka. Tentu berbagai kemungkinan lain masih mungkin pula terjadi.

"Jika dalam sisa waktu dua tahun ke depan muncul tokoh dari kalangan sipil yang  bersih dan sangat inspiratif, sekaligus memiliki karakter yang tegas, bisa saja capres berlatar belakang TNI bukan lagi menjadi pilihan," pungkasnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya