Kalau pemerintah tidak segera menghentikan pembayaran bunga obligasi rekapitalisasi (OR) dari APBN yang mencapai Rp 60 triliun per tahun dan berlangsung hingga 2040, mahasiswa akan menggelar aksi besar-besaran dalam waktu dekat.
Pada tanggal 10 November 2012 nanti, Badan Eksekutif Mahasiswa se-DKI Jakarta akan mengadakan pertemuan di Kampus Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta. Pertemuan itu rencananya membahas kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan penyetopan subsidi bunga obligasi rekap.
Demikian disampaikan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Risal Nasir disela-sela dialog terbuka Gerakan HMS (Hidupkan Masyarakat Sejahtera) dengan tema "Sisa Penyelesaian Kasus BLBI-Stop Subsidi Bunga Obligasi Rekap atau Tunda Bayar Pajak 2013" di Aula Utama Universitas Bung Karno, Jalan Kimia 20, Jakarta Pusat, Senin (22/10).
Karena memang, tak terasa beban obligasi rekapitulasi perbankan yang diterbitkan pada tahun 1998 sebesar Rp 650 triliun rupiah hingga kini telah berkembang bagaikan benalu. Secara perlahan obligasi rekapitulasi ini menggerogoti pohon perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kunci pemulihan ekonomi adalah moratorium pembayaran bunga eks BLBI itu yang setiap tahun mencapai Rp 60 triliun rupiah itu.
Rizal Nasir menambahkan, kalau rekomendasi atas pertemuan mereka tidak didengar atau digubris pemerintah, mereka siap turun ke jalan. "Kami akan mendatangi BI dan Istana. Kami tidak mau diselesaikan hanya dengan diskusi dan dialog dalam ruangan saja," ujar Nasir. [zul]