Berita

prabowo/ist

SURVEI LSN

Soal Ketegasan, Publik Menilai Prabowo Subianto Sosok yang Paling Berbeda dengan SBY

SENIN, 22 OKTOBER 2012 | 14:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sikap Presiden SBY yang tidak tegas, ragu-ragu, dan tidak berani mengambil keputusan resiko, membuat publik merindukan sosok yang tegas dalam Pilpres 2014.

Lalu siapakah sosok yang dinilai tegas oleh publik tersebut?

Berdasarkan survei Lembaga Survei Nasional (LSN), sekitar 59,8 persen publik menilai sosok tegas itu ada dalam diri Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto. Selanjutnya disusul Wiranto 59,3 persen, JK 48,1 persen, Megawati Soekarno Putri 32,2 persen, Aburizal Bakrie 47,9 persen, Mahfud MD 25,5 persen, SBY 24,9 persen, Hatta Rajasa 23,9 persen dan Anas Urbaningrum 8,0 persen.


Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry dalam jumpa pers hasil survei terbaru LSN tentang Capres 2014 dii Hotel Atlet Century Park Jakarta Pusat (Senin, 22/10).

"Mayoritas publik mengasosiasikan sikap tegas dengan latar belakang tokoh. Dalam hal ini ketiga menyebutkan tegas, ingatan publik selalu tertuju pada tokoh yang berlatar belakang TNI. Fakta di atas menunjukkan behwa dua orang menten jenderal (Parabowo dan Wiranto) dinilai sebagai sosok yang lebih tegas dari nama-nama capres yang beredar. Dengan semikian wajar jika kedianya menjadi pilihan utama publik menghadapi Pilpers," ungkap Umar.

Survei ini diadakan pada 10-23 September 2012 di 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Pupulasi survei adalah seluruh penduduk Indonesia yang memiliki hak pilih, dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden melalui teknik multistate random sampling. Sementara itu, margin of error survei ini sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapaun pengumpulan data survei LSN menggunakan teknik wawancara tatap muka. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis media. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya