Berita

ilustrasi/ist

SURVEI LSN

Dalam Pilpres 2014, Mayoritas Publik Merindukan Capres Bersih dan Tegas

SENIN, 22 OKTOBER 2012 | 12:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Maraknya kasus korupsi yang menjerat para elit parpol dan ketidaktegasan Presiden SBY dalam menangani hampir semua masalah nasional menjadi dua isu yang sangat menjengkelkan publik dalam beberapa tahun terakhir.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry dalam jumpa pers hasil survei terbaru LSN tentang Capres 2014 dii Hotel Atlet Century Park Jakarta Pusat (Senin, 22/10).

Berdasarkan temuan LSN, lanjut Umar, publik pun sangat mendambakan calon presiden yang bersih sekaligus tegas. Sekitar 58,6 persen publik menyukai sosok yang bersih atau tidak pernah terlibat isu korupsi), disusul figur yang tegas sebanyak 56,8 persen. Sementara capres yang merakyat disukai oleh 49,8 persen publik, capres yang konsisten disdukai 48,9 persen dan capres yang cerdas disukai 45 persen publik.


Kerinduan terhadap munculnya sosok presiden yang bersih bersifat normatif, artinya dimanapun publik pasti menginginkan seoarang presiden yang tidak pernah korupsi.

"Performance Presiden SBY yang dalam berbagai hal yang memperlihatkan sikap yang tidak tegas, ragu-ragu, dan tidak berani mengambil keputusan resiko, semakin membulatkan keyakinan untuk memilih sosok capres yang tegas dalam pilpers 2014 nanti," ungkap Umar

Survei ini diadakan pada 10-23 September 2012 di 33 Provinsi di seluruh Indonesia. Pupulasi survei adalah seluruh penduduk Indonesia yang memiliki hak pilih, dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden melalui teknik multistate random sampling. Sementara itu, margin of error survei ini sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaa 95 persen.

Adapaun pengumpulan data survei LSN menggunakan teknik wawancara tatap muka. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis media. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya