Berita

ilustrasi/ist

SURVEI PRISMA-LP3ES

Jika Pemilu Digelar Besok, Pemilih Cenderung Wait and See

MINGGU, 21 OKTOBER 2012 | 19:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jika dilakukan pemilihan Presiden RI di luar tokoh Nasional yang sudah pernah menjabat sebagai presiden atau wakil presiden esok hari, maka terdapat kecenderungan wait and see di kalangan masyarakat terkait dengan keputusan untuk memilih seorang figur yang dipandang layak sebagai presiden 2014.

"Survei ini membuktikan bahwa setidaknya terdapat 42,1 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau belum menentukan pilihannya seandainya pemilu dilakukan hari esok," peneliti Prisma-LP3ES, Rahadi T. Wiratama

Rahadi mengatakan dalam presentasi hasil survei tentang preferensi politik masyarakat, dengan tema 'Problematik dan Tantangan Parpol Hari Ini dan Esok' di Hotel Santika, Jl. KS Tubun Jakarta Pusat, Minggu (21/1).


Selanjutnya, hasil survey yang digelar akhir Agustus hingga awal September 2012 merilis, menempatkan nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto teratas, dengan jumlah 20,8 persen.

Selanjutnya disusul dengan masing-masing, Aburizal Bakrie (6,1 persen), Mahfud MD (5,0 persen), Wiranto (3,4 persen), Anas Urbaningrum (2,6 persen), Hatta Rajasa (2,6 persen), Sri Mulyani (1,8 persen), Djoko Suyanto (1,7 persen), Ani Yudhoyono (1,4 persen), Edi Baskoro Yudhoyono (1,3 persen), Yusril Ihza Mahendra (1,1 persen) dan tokoh lainnya 2,5 persen.

Survey yang dilakukan di 230 kelurahan di 33 di seluruh Indonesia ini  merepresentasikan pendapat (opini) populasi masyarakat dewasa yang tersebar di seluruh Indonesia dengan wawancara langsung. Tingkat  margin of error survei ini plus minus 2,1 persen, dengan pada tingkat kepercayaan 95 persen.[rsn/ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya