Berita

ist

Pemilih Partai Demokrat Belum Tentu Berpaling ke Partai Lain

MINGGU, 21 OKTOBER 2012 | 18:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketidakpercayaan publik yang tinggi membuat semua parpol harus bekerja ekstra untuk meraih kembali kepercayaan publik. Sementara menurunnya suara Partai Demokrat juga tidak serta merta membawa manfaat pada partai lain karena ini adalah bentuk ketidakpercayaan publik kepada partai politik secara umum.

"Dari hasil survei ini, hampir sembilan persen pemilih Partai Demokrat telah berpaling. Namun, kami melihat bahwa ini (massa yang berpaling) belum bisa diambil partai lain karena partai lain juga mengaalami penurunan. Massa yang mengambang ini hanya akan menambah suara swing voters saja," ujar Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa, saat menjadi pembicara pada temuan hasil survey yang dilaksanakan Prisma Resource Center-LP3ES selama Agustus 2012 - September 2012, yang dirilis di Jakarta, Minggu (21/10).

Saan memastikan swing voters yang semakin tinggi ini adalah bentuk keraguan publik kepada parpol dan harus memacu parpol untuk bekerja lebih keras.


Kalau ketidakpercayaan publik pada parpol dibiarkan, dan parpol tak perbaiki dirinya, maka kepercayaan publik akan terus tergerus. Padahal bagaimanapun demokrasi tak mungkin tanpa parpol karena Parpol adalah pilar pertama demokrasi.

Hasil survei itu menunjukkan bahwa Partai Demokrat berada di tempat teratas dengan raihan 12 persen, diikuti Partai Golkar dengan 10,8 persen, PDI Perjuangan 9,4 persen, lalu Partai Gerindra dengan 4,8 persen. Lalu diikuti PKS dengan 4,5 persen suara, PKB dengan raihan suara 3,5 persen, Partai NasDem dengan 2,5 persen, lalu PAN dengan 1,6 persen.

Prisma-LP3ES melakukan survey tersebut pada akhir Agustus-September 2012 dengan jumlah responden 2.300 di 230 kekelurahan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampel dalam survei ini merepresentasikan pendapat (opini) populasi masyarakat dewasa yang tersebar di seluruh Indonesia dengan wawancara langsung, dan diperkirakan memiliki margin of error plus minus 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya