Berita

Nusantara

Warga Berharap Pengganti Amran Batalipu Majukan Buol

RABU, 10 OKTOBER 2012 | 15:08 WIB

Warga Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, manaruh harapan besar kepada Amiruddin Rauf-Syamsuddin Koloi sebagai bupati dan wakil bupati yang dilantik, Rabu (10/10), oleh Gubernur Longki Djanggola bisa memajukan daerah itu.

Akademisi Universitas Tadulako kelahiran Buol Mochtar Marhum di Palu, mengatakan Amiruddin-Syamsuddin yang berlatar belakang dokter dan akademisi itu harus mampu mengubah paradigma sosial-politik bahwa mereka adalah pemimpin untuk semua tanpa membedakan latar belakang kelompok, suku maupun agama.

"Kedua, mereka harus mendorong terciptanya rekonsiliasi di antara kelompok masyarakat yang memiliki perbedaan pandangan politik, termasuk berdamai dengan kelompok atau lawan politik pada pemilukada lalu," kata doktor bahasa itu .


Pasangan Amiruddin Rauf-Syamsuddin Koloi terpilih sebagai bupati melalui Pilkada 4 Juli 2012 mengalahkan pasangan "incumbent" Amran Batalipu-Machmud Baculu.

Keduanya dilantik, Rabu, oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dihadiri Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini dan Dirjen Transmigrasi Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Pelantikan tersebut tidak dihadiri mantan Bupati Amran Batalipu karena sedang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap oleh perusahaan perkebunan sawit milik pengusaha Hartati Murdaya.

Mochtar Marhum mengatakan, pasangan Amiruddin-Syamsuddin juga harus mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) terutama pada aspek transparansi keuangan dan akuntabilitas publik.

Sementara pada bidang demokrasi Mochtar Marhum mengatakan, pasangan yang diusung oleh partai koalisi pada Pilkada 4 Juli 2012 itu harus mewujudkan praktik demokrasi yang sehat dengan selalu mempertimbangkan perencanaan dan kebijakan pembangunan yang bersifat "top-down" dan "bottom-up".

Tidak kalah pentingnya, kata Ketua Program Studi Pascasarjana Universitas Tadulako itu, semua kebijakan dan perencanaan pembangunan di bawah kepemimpinan Amiruddin-Syamsuddin harus berpihak pada kepentingan rakyat.[ant/dem]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya