Berita

Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII

Olahraga

Papua Ngembat Dua Emas Dari Dayung

PON XVIII Riau 2012
SENIN, 10 SEPTEMBER 2012 | 08:18 WIB

.Kontingen Papua menga­wali Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII dengan ciamik. Tim asal Indonesia Timur itu mengantongi dua medali emas cabang dayung putri dari tiga no­mor yang diperlombakan.

Bertanding di Danau Kebun Nopi, Kabupaten Kuantan Si­ngingi, Riau, kemarin siang WIB, tim Papua berhasil meraih medali emas dari nomor kayak dua (K2) dan kayak empat (K4) putri 500 meter.

Di nomor K2, duet Emelia Deau dan Erni Sokoy meraih emas setelah menjadi yang ter­cepat dengan catatan waktu 1 me­nit 54,593 detik. Pasangan Jawa Barat, Kanti dan Siti Mariam me­raih perak K2 dengan catatan wak­tu 2 menit 00,443 detik.  Se­mentara Ririn dan Aidah (Jawa Tengah) meraih perunggu dengan 2 menit 2,353 detik.

Emas kedua Papua disumbang oleh kuartet Loisa Enok, Viodita So­koy, Yoke Entong, dan Yo­lan­da Entong di nomor K4. Mereka tercepat dengan catatan waktu 1 menit 50,118 detik.

Catatan itu lebih cepat dari ha­sil kuartet Riau (perak- 1 menit 51,283 detik) dan Jabar (perung­gu- 1 menit 51,393 detik).

Sementara, satu emas lain yang diperebutkan di nomor ka­yak tunggal (K1), sukses diraih Masrifah (Jabar).

Papua juga mengawali laga penyisihan basket putri dengan gemilang. Tim putri Papua me­me­nangkan pertandingan mela­wan tim Sumatera Selatan deng­an skor di Hall Basket Sport Cen­­ter Rumbai 68-55. i laga lainnya, Tim basket putri Jawa tengah juga menang 83-46 atas tim Jambi.

Jangan Mengeluh

Wakil Presiden, Boediono me­ngakui masih banyak kekura­ngan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Riau 2012 yang berlangsung 9-21 September 2012.

Meski begitu, Wapres memin­ta agar atlet yang bertanding di pesta olahraga nasional empat ta­hunan itu tetap semangat me­ngukir pres­tasi dan tidak mengeluh.

“Sama-sama kita ketahui, PON (Riau) memang banyak ken­dala. Untuk atlet, kita minta tidak mengeluh dengan keadaan seperti ini. Mari kita sama-sama sukseskan PON,” kata Boediono saat mengunjungi wisma atlet di Pekanbaru, Riau, kemarin.

Boediono juga mengakui, wis­ma atlet selama ini mamang ma­sih dihinggapi banyak masalah, karena banyaknya bangunan yang belum rampung. “Secara fi­sik, memang belum sempurna. Tapi, setelah kita tinjau seperti air, AC sudah berfungsi. Kemu­dian selimut, kasur lemari juga ada,” kata orang nomor dua di Indonesia itu.

Dalam kunjungannya, Boe­dio­no juga menyempatkan diri  meninjau venue lapangan tem­bak yang juga belum rampung, dan terpaksa harus memakai kon­sep minimalis. Untuk terus mempercepat pengerjaan venue tembak ini, aparat TNI juga dilibatkan untuk membantu.

Meski begitu, Boediono me­min­ta semua pihak tak saling me­nyalahkan terkait pelaksana­an PON yang terkesan tidak siap.

“Kalau memang ada kendala harus kita atasi bersama, jangan saling menyalahkan,” lanjutnya.

“Jangan sampai semangatnya tertuju pada kekurangannya. Se­mangatnya harus dikerjakan se­perti di Solo dulu pada waktu PON yang pertama. Bukan ha­nya untuk prestasi tapi keber­sa­maan,” jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya