Berita

casey stoner

Olahraga

Stoner: Rossi Pengecut Dan Tukang Ngeluh

MotoGP
JUMAT, 17 AGUSTUS 2012 | 10:03 WIB

Keputusan pebalap Ducati Valentino Rossi kembali ke Yamaha menuai kritikan dan sindiran. Salah satunya datang dari bekas pebalap Ducati yang kini membela Repsol Honda, Casey Stoner.

Stoner menilai Rossi adalah pebalap pengecut dan suka protes tanpa mau mencoba memaksimalkan performa tungganganya.

Disebut tukang protes karena Stoner merasa Rossi beserta kepala mekaniknya, Jeremy Burgess, hanya pandai bicara dan menjual janji saat awal-awal bergabungnya The Doctor bersama Ducati. Tapi yang terjadi selama dua musim belakangan, Rossi hanya komplain tentang motornya yang tak juga bisa dijinakkan .

The Kurri Kurri Boy, julukan Stoner juga menyebut jawara tujuh kali MotoGP itu sebagai rider pengecut. Disebut demikian dengan asumsi bahwa Rossi dianggap tak memberikan upaya terbaiknya. Stoner menilai Rossi tak mencurahkan usaha terbaiknya untuk menebus kepercayaan yang diberikan Ducati.

“Jelas, dia (Rossi) tidak mau memberikan upaya terbaiknya bersama Ducati. Saya hanya merasa kasihan kepada Ducati karena hasil yang diberikan Valentino masih minim dan dia hanya bisa protes tentang motornya, hampir selama dua tahun,” kritik Stoner.

Seperti diketahui, Rossi kembali bergabung Yamaha di musim depan setelah memutuskan berpisah dengan Ducati awal pekan lalu. Keputusan itu diambil, setelah tidak menuai hasil positif dari 27 balapan yang sudah dilalui. Dia belum pernah memenangi satu seri pun dan cuma dua kali naik podium kedua dan ketiga.

Bagi Stoner, omong kosong bila Ducati tidak berkembang selama dua tahun terakhir ini. Saat Stoner bersama Ducati, rider yang kini menunggang Honda Repsol itu bisa juara di tahun 2007 dengan motor yang sama, meski cc-nya beda. Itu membuktikan bahwa keliaran power Ducati bisa dijinakkan, jika memberikan upaya terbaik.

“Mereka menelan kembali ludah mereka sejak hari pertama. Jerry (sapaan Jeremy Burgess) mengatakan bahwa dia bisa memperbaiki masalah motor dengan waktu 80 detik! Dia mengira masalahnya sederhana, tapi sampai sekarang mereka gagal kompetitif,” katanya.

Stoner juga mengungkap keprihatinannya kepada Ducati yang ditinggal Rossi, setelah hampir dua tahun tidak mampu bersaing di barisan depan saat balapan. “Saya hanya merasa prihatin untuk Ducati bahwa Valentino akan hengkang dan tanpa melakukan apapun selain mengeluhkan motornya sepanjang hampir dua tahun,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya