Berita

ilustrasi, Gula

Bisnis

Produksi Gula PTPN Hanya Penuhi 60% Konsumsi Lokal

20 Pengusaha Siap Bangun Pabrik
RABU, 15 AGUSTUS 2012 | 08:01 WIB

.Wakil Ketua Umum Kamar Da­gang dan Industri (Kadin)  Bidang Perdagangan, Dis­tribusi dan Lo­gis­tik Natsir Man­syur mengata­kan, pro­duk­si gula Indonesia untuk kon­sum­si per tahun hanya 2,1 juta ton per tahun, jauh dari target kurang lebih 3 juta ton per tahun.

Jika kon­sumsi gula konsumen In­do­nesia 12 kilogram per kapita per tahun, sementara produksi gu­la kon­sumsi yang diproduksi PT Perke­bunan Nusantara (PTPN) hanya 2,1 juta ton per ta­hun, ma­ka hanya dapat me­me­nuhi 60 persen kon­sumen gula se­banyak 120 juta penduduk Indonesia.

“Produksi PTPN gula hanya 2,1 juta ton per tahun. Artinya, hanya da­pat memenuhi 60 persen kon­sumen gula, yakni sebanyak 120 juta penduduk Indonesia. Pen­­du­duk Indo­nesia yang meng­­kon­sumsi gula men­capai 200 juta ton per tahun. Ini berarti ada ketidak­se­­im­ba­ngan produksi dan kon­sum­si,” ujarnya di Jakarta, kema­rin.

Menurut Natsir, ber­bagai upa­ya dilakukan untuk men­dong­krak produksi gula konsum­si mu­lai da­ri program re­vitalisasi mesin pab­rik gula yang sudah tua hingga perbaikan ke­bun tebu. Namun, masih jauh dari harapan untuk memenuhi ke­bu­tu­­han gula kon­sumsi untuk konsu­men In­donesia mulai dari Sabang sam­pai Me­rauke.

“Jadi wajarlah provinsi di luar Jawa tidak men­dapat distribusi gula PTPN, se­hingga selalu me­nim­bul­kan ma­salah harga yang ting­gi, distribusi yang tidak me­rata dan sebagai­nya. Namun mau sam­pai kapan kondisi ini terus berulang?” tanyanya.

Dengan perhitungan angka ter­sebut, lanjut Natsir, maka PTPN gula hanya mampu meme­nuhi konsumen gula yang ada di pulau Jawa, sehingga kesulitan un­tuk me­menuhi kebutuhan yang ber­ada di luar Jawa.

Menurut Natsir, stakeholder harus realistis melihat kondisi se­karang ini, bukan waktunya lagi mempertahankan egoisme sekto­ral bahwa kebutuhan gula kon­sumsi dapat dipenuhi PTPN gula, karena hal itu membuat sta­kehol­der terjebak dengan persoa­lan dan polemik harga dan distribusi.

Menteri Per­industrian MS Hi­dayat mengata­kan, sebanyak 20 peng­usaha na­sio­nal berminat membangun pabrik gula. “Saya mendapat ko­mitmen dari seba­nyak 20 pengu­saha yang ingin mengembangkan pabrik gula,” ujar Hidayat.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya