ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Pasalnya, Kementerian PenÂdidikan dan Kebudayaan (KeÂmendikbud) dianggap nggak becus memberikan pembekalan karakter serta meningkatkan kuaÂlitas guru. Gagalnya uji komÂpeÂtensi guru (UKG) dengan mengÂgunakan sistem online di BanÂdung, merupakan bukti peÂmeÂrintah tidak serius meningÂkatÂkan dunia pendidikan nasional.
Hal itu dikatakan anggota KoÂmisi X DPR bidang PenÂdiÂdikan Raihan Iskandar yang keÂcewa atas gagalnya pelaksanaan uji kompentensi guru di Bandung.
“Uji kompetensi guru adalah salah satu syarat untuk meÂnaikÂkan gaji dan tunjangan guru. ItuÂlah yang akan jadi perÂtimÂbangÂan dan putusan DPR nanti. JaÂngan sampai hanya memiÂkirkan insenÂtif lebih, tapi tidak efektif. PemÂbekalan karakter serÂta kuaÂlitas guÂru lah yang harus menÂjadi prioÂritas pemerintah,†tegas Raihan di Jakarta, kemarin.
DPR mengaku prihatin terhaÂdap gagalnya ujian kompentensi guru ini. Padahal, program ujian tersebut dinilai sangat penting unÂtuk menyaring guru-guru yang berkualitas.
“Saya kira kenaikan gaji ini saÂngat baik. Hanya saja harus diÂdukung dengan sistem penÂdiÂdikan nasional yang berÂkuaÂlitas. Salah satunya program komÂpeÂtensi guru. Dengan komÂpeÂtensi itu, maka dapat menelorkan guru dan anak didik yang berÂkuaÂlitas bagi kemajuan bangsa dan neÂgara ke depan,†ujar Raihan.
Koordinator Divisi MoniÂtoÂring Pelayanan Publik Indonesia CorÂruption Watch (ICW) Febri Hendi mengatakan, usulan keÂnaikan gaÂji dan tunjangan guru dianggap tidak perlu. Sebab, masih di-coÂver biaya tunjangan profesi guru.
“Pemerintah harusnya memÂprioritaskan rehabilitas sekolah. Karena dana tersebut lebih panÂtas digunakan untuk rehabiÂlitasi seÂkolah sebagai dasar dari peÂningÂkatan kualitas pendiÂdiÂkan, keÂtimÂbang pengemÂbangan inÂsentif,†saran Febri.
ICW mengharapkan, kenaikan gaji dan tunjangan guru ini tidak dipaksakan sebelum adanya pemÂbenahan sistem pendidikan, antara lain lewat uji kompetensi guru. “Buat apa menaikkan gaji, kalau kualitasnya rendah. SeÂbaikÂnya anggaran tersebut diÂalihkan untuk membangun seÂkolah yang rusak,†tegasnya.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) MusÂliar Kasim mengatakan, kenaikÂan anggaran untuk gaji dan tunÂjaÂngan guru tahun depan bukan diÂkarenakan ada program-progÂram khusus.
Tetapi kenaikan ini lebih diseÂbabkan karena trend inflasi, perÂtambahan jumlah guru dan munÂculnya promosi goÂloÂngan keÂpangkatan yang berÂpeÂngaruh pada gaji pokok dan tunjangan.
“Kami juga menghitung akan ada kenaikan jumlah guru PNS yang lumayan besar antara peÂriode 2012 hingga 2013. Tahun ini Kemendikbud mencatat jumÂlah guru PNS sebanyak 1.713.379 orang. Dengan begitu, kenaikan DAU tersebut wajar,†ujar Musliar.
Kemendikbud menyimpulkan, anggaran gaji guru PNS peÂriode 2011 dipatok sebesar Rp 92,59 triliun dan pada periode 2012 naik menjadi Rp 102,05 triliun. Selanjutnya tahun depan KemenÂdikbud sudah mengÂhitung jika anggaran gaji plus tunjangan guru PNS senilai Rp 112,15 triliun atau naik sebesar Rp 10,1 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23