Berita

bis gandeng untuk bisway Pemprov DKI Jakarta

Bisnis

INKA Incar Proyek 700 Bis Gandeng Untuk Busway

Bersinergi Dengan Damri
SENIN, 13 AGUSTUS 2012 | 09:31 WIB

PT Industri Kereta Api (INKA) mengincar proyek pengerjaan 700 bis gandeng untuk bisway Pemprov DKI Jakarta.

Direktur Utama PT INKA Roos Diatmoko mengatakan, Pemerintah DKI menginginkan ada 700 unit bis gandeng yang dapat melayani koridor bisway DKI dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Saat ini, kata dia, sudah ada 21 unit bis yang dibuat per­seroan dan dioperasikan sejak Januari 2012 di koridor 11. “Kami mengharapkan penger­jaan­nya dapat dilakukan oleh INKA. Nanti kami bersinergi dengan Perum Damri,” katanya.

Dia juga meminta dukungan penuh dari Kementerian BUMN selaku pemegang sa­ham INKA, agar perseroan da­pat mem­pero­leh pekerjaan pem­buatan 700 bis gandeng ter­sebut. Me­nurut Roos, peme­rin­tah harus per­­caya pada peru­sa­haan na­sional dalam penger­jaan itu dibandingkan harus impor dari China.

Dia mengatakan, saat ini perseroan juga sudah meme­nangi tender pengerjaan 18 unit bis gandeng dari Dinas Per­hubungan DKI. Bis gandeng itu diperuntukkan sebagai ca­da­ngan bis gandeng untuk bisway yang sudah ada.

Roos mengatakan, biaya satu bis akan menghabiskan Rp 3,7 miliar. Jika dikalikan 18 bis maka nilai investasinya sangat besar. “Kami targetkan tahun ini selesai,” katanya.

 Menurutnya, perseroan juga sedang mengikuti masa pra kualifikasi pengerjaan 76 bis gandeng untuk bisway. PT INKA bersinergi dengan Perum Damri sebagai operator bis.

“Kalau Perum Damri di­nya­ta­kan menang oleh BLU (Ba­dan Layanan Umum), kami yang akan memasok 76 bis ter­sebut. Proses pra kualifikasi Juli lalu dan diumumkan peme­nangnya September ini,” ung­kapnya.

Dikatannya, jika sinergi ke dua BUMN ini dinyatakan menang, maka PT INKA selaku pembuat bis berencana mencari pendanaan. Sebab, pembayaran baru dilakukan setelah pem­buatan bis itu selesai. Pekerjaan pem­buatan 76 unit ini baru dilakukan tahun depan.

“Setelah bis selesai diserah­kan ke Perum Damri. Nanti, Dam­ri dibayar oleh BLU dan Damri yang nyicil ke kami. Ini model bisnis baru yang saling bersinergi,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya