Jamsostek
Jamsostek
Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri mengatakan, sebelum bertransÂforÂmasi menjadi lembaga baru yaitu BPJS, Jamsostek diharapÂkan menyelesaikan segala masaÂlah dalam hal pengelolaan keÂuangan. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar setelah menjadi suatu lembaga baru, tidak ada permasalahan yang dibawa dari lembaga sebelumnya.
“Perihal dana tak bertuan yang disampaikan Jamsostek sebesar Rp 1,4 triliun sudah diketahui BPK. Kami sebelumnya sudah mengaudit laporan keuangan Jamsostek atas permintaan DPR, termasuk dana itu,†ujarnya keÂpada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Hasan mengatakan, saat ini audit Jamsostek terus dilakukan sehingga masih dalam proses, karena itu belum bisa menyamÂpaiÂkan hasilnya. Namun, dia meÂnyatakan audit pengelolaan keÂuangan merupakan hal penting bagi Jamsostek sebelum melebur menjadi BPJS.
“Saya belum tahu hasilnya, belum saya cek lagi. Tapi masih dalam proses,†timÂpalnya.
Sebelum dialihkan menjadi BPJS, kata dia, Jamsostek harus ada neraca penutup yang dibuat Jamsostek. Hal itu, menurutnya, untuk mengetahui berapa keÂkayaan bersih Jamsostek yang akan dialihkan ke BPJS. Setelah itu baru dilakukan financial due diligence dan legal due diligenÂce agar diketahui permasalahan-permasalahan yang ada seÂhingga nanti ada kejelasan tangÂgung jaÂwab antara Jamsostek dan BPJS.
“Intinya kalau ada permasalah- an di masa lalu harus jelas status huÂkumÂnya. Jangan sampai nanti permasalahan di lembaga lama dibawa ke lembaga baru. Semua itu harus selesai sebelum BPJS terbentuk,†tandasnya.
Direktur Utama PT Jamsostek Persero Elvyn G. Masassya meÂmastikan keberaÂdaan dana ‘tak bertuan’ sebesar Rp 1,4 triliun akan selesai pada 31 Desember 2013, menyusul transformasi JamÂsostek ke BPJS.
“Sebelum bertransformasi jadi BPJS, diharapkan sudah selesai. Jadi 31 Desember 2013 sudah seÂlesai semuanya,†kata Elvyn saat ditemui di kantor KemenÂterian BUMN, Jakarta, Rabu (8/8).
Bekas pengamat perbankan ini menjelaskan, dana ‘tak bertuan’ merupakan dana milik peserta yang tidak aktif dan tidak diÂkeÂtahui keberadaannya. Untuk itu, Jamsostek menunggu peserta yang akan mengambil dana keÂpesertaannya tersebut. Pasalnya, banyak peserta yang sudah berÂpindah alamat.
Selain menyeleÂsaikan dana ‘tak bertuan’, dia berÂharap Jamsostek bisa jadi lemÂbaga yang kredibel dan bersahaÂbat. Artinya, dapat dijangkau oleh semua pihak seÂbagai cara untuk meningkatkan kepesertaan. Pihaknya juga beÂrenÂcana untuk mengalihkan JamiÂnan PemelihaÂraan Kesehatan (JPK) ke AsuÂransi Kesehatan (Askes).
Hingga Juni 2012, hasil invesÂtasi Jamsostek sudah menÂcapai 54 persen menjadi Rp 6,6 triliun dari target Rp 12,173 triliun. Komposisinya antara lain, time deposit Rp 1,349 triliun, obligasi Rp 2,536 triliun, saham Rp 2,4 triliun, reksa dana Rp 330 miliar, dan properti Rp 24,5 miliar.
Sementara dana kelolaan per Juni 2012 mencapai Rp 119,9 triÂliun, dari target Rp 125,73 triliun. Adapun komposisinya time deÂposito Rp 36,523 triliun, obligasi Rp 50,650 triliun, saham Rp 23,994 triliun, reksa dana Rp 8,250 triliun, properti/penyertaan Rp 480 miliar.
Anggota Komisi VI DPR NasÂril Bahar menegaskan, dana itu muncul karena ada ketidak bereÂsan sistem administrasi dari JamÂsostek. “Dana tersebut buÂkanÂlah milik Jamsostek. Saat ini JamsosÂtek mempunyai utang seÂcara moÂril maupun materil terhaÂdap para tenaga kerja,†cetusnya kepada Rakyat Merdeka, kemaÂrin.
Politisi PAN ini menambahÂkan, seharusnya Jamsostek beruÂsaha mengembalikan dan menÂcari siapa pemilik dana yang jumlahnya sangat banyak itu. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23