Berita

Hotbonar Sinaga

Bisnis

Hotbonar Sempat Mau Salurkan Dana Ke CSR

MINGGU, 12 AGUSTUS 2012 | 08:10 WIB

PT Jamsostek menyimpan dana lebih dari Rp 4,5 triliun yang belum di­keta­hui siapa pemiliknya. Menurut infor­masi, hingga saat ini jumlah dananya sekitar Rp 1,4 triliun. Disi­nyalir, dana ini sudah ada sejak 33 tahun lalu saat Jamsostek berdiri.

Kepala Humas PT Jamsostek Eben Ginting mengatakan, sebenarnya dana itu bukanlah tidak bertuan. Tapi pe­milik dana tersebut mengambil hak­nya sewaktu masih menjadi peserta di Jamsostek.

“Karena banyak peserta yang da­hulu­nya bekerja di sebuah tempat. Lalu dia berpindah dan ke­peser­taannya belum dinonaktif­kan dan belum konfirmasi kepihak kami,” katanya dalam klarifikasinya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.  

Eben menuturkan, untuk saat ini dana yang baru diketahui pemiliknya kurang lebih Rp 500 miliar. Sisanya sedang di­upayakan supaya jelas siapa pemiliknya. Dalam setiap tahunnya, dana itu selalu berkurang.

Dikatakan Eben, selama para peserta tidak melakukan per­mohonan pencairan dana. Maka, namanya akan tercantum di dalam program dan dananya juga masih ada. Namun, pihaknya juga me­ngalami kesulitan untuk mencari pesertanya. “Karena kan ada yang sudah pindah-pindah alamat rumah, sudah tidak bisa dihubungi lagi sehingga kami juga tidak bisa mencari satu-satu peserta berdasarkan alamat terakhir yang kami miliki,” jelasnya

Namun jangan khawatir, Eben menjanjikan bagi para peserta yang belum mengambil haknya di Jamsostek, bisa mengajukan permohonan ke cabang-cabang Jamsostek terdekat. Pihaknya juga sudah melakukan imbauan dan membuat iklan di sejumlah media untuk memudahkan para pekerja. “Hanya dengan mem­bawa bukti keikutsertaannya kepada petugas kami. Lalu jika memang terdaftar, akan kami proses lebih lanjut,” jelasnya.

Sebelumnya, bekas Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengaku sudah mendapatkan hasil audit BPK itu. Adanya selisih dana perhitungan antara Jamsostek dan BPK itu karena ada per­bedaan teknis dalam penghitungan. Pihaknya mengaku sempat kesulitan mengembalikan dana tersebut. Terbukti, sampai awal April lalu baru sekitar 13.000 orang yang mencairkan dana tersebut. Total nilainya sekitar Rp 531 miliar, terang Hotbonar.

Jalan terakhir, Jamsostek menggunakan dana tak bertuan tersebut untuk dana corporate social responsibility (CSR). Hotbonar memastikan, dana CSR yang tersalurkan juga nantinya kepada para pekerja peserta Jamsostek. [Harian Rakyt Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya