Berita

PT Dirgantara Indonesia (PTDI)

Bisnis

Dahlan Pertahankan Dirut PTDI, Yang Lain Dirombak

DPR Warning Menteri BUMN Jangan Cuekin Business Plan & Kinerja Keuangan
KAMIS, 09 AGUSTUS 2012 | 08:27 WIB

.Menteri BUMN Dahlan Iskan terus melakukan kocok ulang direksi perusahaan pelat merah. Seorang direktur PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dicopot karena tidak kompak.

Setelah merombak Jamsos­tek, kemarin giliran PTDI. Dah­lan dipastikan mempertahankan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso. Namun, enam di­reksi lainnya di BUMN industri pesawat ter­bang diren­canakan diganti pekan ini.

“Dirutnya tetap. Tetapi di­reksi yang lain akan diganti,” kata Dah­lan Iskan di acara Temu Ak­bar Engineering Tahun 2012 di kantor Pertamina Ja­karta, kemarin.

Menurut dia, pergantian jajaran direksi PTDU ini disebabkan pe­kerjaan yang tengah digeluti per­seroan semakin banyak. Di­ha­rap­kan dengan adanya per­gantian, ma­ka perseroan semakin kuat.

“Pergantian jajaran direksi ini juga ditengarai ketidak­co­cok­an di antara direksi. Ini harus lebih kuat lagi orangnya,” cetusnya.

Adapun susunan direksi PTDI saat ini adalah Direktur Utama Budi Santoso, Di­rektur Adminis­trasi Su­kat­wi­kanto, Direktur Ke­uangan Uray Ashari, Direktur Aerostruktur An­di Alisjabana, Direktur Tek­nologi dan Pengem­bangan Dita Ardonni Jafri, Di­rektur Pela­yan­an Penerbangan Budiwuraskito, Direktur Integ­ra­si Penerbangan Bu­diman Saleh.

Sementara Komisaris Utama PTDI dipimpin Mar­shal Imam Sufaat, Wakil Ko­mi­saris Wres­ni­wiro dan Komisaris Binsar Si­­man­juntak dan Adi Sa­dewo Sa­latun.

PTDI mene­ken Nota Kese­pa­ham­an (MOU) dengan TNI Ang­­katan Uda­ra (AU) dalam pe­lak­sanaan tukar menukar (ruil­slag) tanah dengan bang­unan, ter­masuk rumah dinas.

Tanah mi­lik TNI AU yang saat ini diper­gu­nakan untuk kegiatan produksi PTDI, ditukar dengan tanah dan bangunan. Termasuk rumah dinas milik PTDI, yang terletak di selatan landasan La­nud Husein Sastranegara.

Dahlan mengaku pembenahan manajemen di PTDI dilakukan menyusul adanya ketidak­kom­pa­kan yang terjadi di BUMN in­dustri pesawat terbang tersebut. “Selama ini, orang-orangnya he­bat-hebat namun saya meragukan kekom­pakannya. PTDI akan me­miliki tim yang kuat,” tutur Dahlan.

Menurut dia, ketidakcocokan di antara manajemen harus di­hilangkan, karena dapat meng­ganggu performa perusahaan. Oleh sebab itu, dalam pekan ini, Dah­lan akan mengumumkan tim baru manajemen PTDI.

“Ka­lau industri ini tidak kita ma­jukan, takutnya kinerjanya se­makin menurun. Ini tidak bo­leh terjadi,” katanya.

Kalangan DPR meng­ingat­kan Dahlan Iskan agar per­gantian direksi BUMN tidak dila­kukan secara “membabi buta.” Faktor kelangsungan bisnis dan per­baikan kinerja keuangan tetap perlu mendapat perhatian.

Ketua Ko­misi VI DPR Airl­angga Har­tarto menilai, pe­rom­bakan se­lama ini cenderung tidak me­nyentuh akar persoalan. “Ha­nya faktor komestik media be­laka. Tentu kinerja BUMN tidak se­penuhnya tergantung pada di­reksi dan manajemen,” kritik politisi Golkar ini.

Menurut Airlangga, kinerja BUMN selama ini justru ber­gan­tung dari berbagai aspek, ter­ma­suk pemangku kebijakan atau regulator. Komitmen pemerintah sebagai pemegang saham ma­yo­ritas justru menjadi faktor ke­berhasilan dari sebuah BUMN.

“Pemerintah juga berpengaruh da­lam memberikan modal ke­pa­da perusahaan BUMN,” katanya.

Bahkan, dia justru melihat ke­berhasilan BUMN akan tercapai jika ada sinergi di antara per­usa­haan pelat merah tersebut. Se­bab, sinergi ini yang nantinya da­pat mening­katkan kinerja masing-masing BUMN.

Dengan per­timbangan tersebut, dia menilai, pergantian direksi se­benarnya hanya faktor kecil di BUMN yang ber­peng­aruh pada kiner­ja. Faktor lain yang mem­pengaruhi adalah ren­cana bisnis, operasional dan pangsa pasar.

“Business plan dan sinergi BUMN yang pernah diren­ca­na­kan ser­ta pergantian di­reksi itu belum menyelesaikan ma­salah sesung­guhnya,” tegas Airlangga.

Seperti diketahui, Dahlan  be­berapa bulan terakhir banyak me­rombak jajaran direksi BUMN. Beberapa BUMN yang terke­na pergantian di antaranya PT Per­tamina, PT Tele­ko­mu­nikasi Indo­nesia Tbk, PT Jasa Mar­ga Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Mer­pati Nusan­tara Air­lines dan terakhir PT Jam­­sostek.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya