Perumnas
Perumnas
Perumnas dianggap belum mampu mengatasi ketersediaan rumah rakyat kecil. Badan Usaha Mililik Negara (BUMN) ini lebih memilih membangun hunian koÂmersial. Kritikan itu dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPR biÂdang Perumahan Muhidin M Said di Jakarta, kemarin.
“Belum ada prestasi baik bagi Perumnas dalam pemenuhan keÂbutuhan rumah buat MBR kareÂna BUMN ini hanya mengejar proÂyek komersial saja. AkiÂbatÂnya, angka backlog rumah terus meÂngalami kenaikan setiap taÂhun,†kritik Muhidin.
Muhidin mengatakan, saat ini angka backlog ada 13,6 juta unit rumah. Tiap tahun angka ini terus naik. “Ke depan perlu ada evaÂluasi terhadap kinerja PerumÂnas berserta stakeholder lainnya. TerÂmasuk regulasi perumahan suÂpaya backlog ini bisa ditekan dan masyarakat mudah mendapatkan rumah layak huni,†pintanya.
Mengenai adanya pergantian direksi Perumnas pada Oktober nanti, Muhidin mengharapkan direksi baru memiliki inteÂgritas di bidang perumahan yang mamÂpu memenuhi kebutuhan MBR.
Anggota Komisi V DPR Nasril Bahar mengatakan, Perumnas saÂngat diharapkan masyarakat mamÂÂpu memenuhi kebutuhan MBR yang saat ini sangat banyak memÂbutuhkan rumah. â€BuÂkan malah mengutamakan proÂyek huÂnian komersial,†cetus Nasril.
Bahkan tak hanya itu, tambah Nasril, banyak proyek Perumnas lebih banyak dimiliki oleh orang-orang berduit daripada orang yang berpenghasilan rendah.
“Sehingga masyarakat berÂpenghasilan rendah sulit menÂdaÂpatkan rumah karena hampir semua hunian dimiliki oleh orang-orang berduit,†cetusnya.
Politisi PAN ini mengÂhaÂrapÂkan, adanya penyegaran di tuÂbuh Perumnas. Sehingga ke deÂpan, PeÂÂrumnas lebih pro terÂhaÂdap keÂbuÂtuhan MBR dari pada komersial.
Anggota Komisi V DPR RisÂwan Tony sepakat Perumnas diÂevaluasi keberadaannya. Selain minimnya lahan, kebijakannya pun masih belum fokus.
“Selama ini peran Perumnas lebih kepada profit oriented, buÂkan lagi pada pemenuhan keÂbuÂtuhan MBR. Saya kira penyeÂgaÂran di tubuh BUMN ini perlu diÂlakukan segera agar masyarakat bisa menÂdaÂpatÂkan hunian yang layak dan terÂjangkau,†tegasnya.
Direktur Utama Perumnas HiÂmaÂwan Arif mengemukakan, kiÂnerja keuangan Perumnas selaÂma ini terus meningkat dalam empat tahun terakhir. PertumÂbuhan penÂjualan rata-rata 40 persen per taÂhun, sedangkan peÂrÂtumbuhan laba 50 persen per tahun. Tahun ini, pihaknya meÂnarÂgetkan pemÂbangunan rumah murah sebanyak 36.000 unit.
“Untuk mencapai target ini, Perumnas melakukan sinergi deÂngan Pemerintah Daerah (PemÂda) meÂlalui pemanfaatan lahan di beÂberapa kota di Indonesia,†jelas Himawan.
Selain itu, pihaknya berkÂoÂmitÂmen mengembangkan rumah suÂsun di perkotaan dan pengemÂbaÂngan kota baru Maja/Parung PanÂjang. Investor asal China, MettaÂlurgical Corporation of China, siap menggarap program rumah rakyat mulai 2012.
Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson meÂnamÂbahkan, masalah lahan maÂsih menjadi kendala Perumnas dalam pemenuhan kebutuhan rumah buat MBR. Untuk itu, pihaknya akan meÂmakÂsimalkan kerja sama dengan PemÂda dalam hal keterseÂdiaan tanah.
“Kami butuh support dari seÂmua pihak yang berkeÂpenÂtingan dalam pemenuhan peruÂmahan bagi MBR. Apalagi jika Pemda benar-benar menyediakan tanah, maka akan berÂpeÂngaruh juga paÂda harga jual sehingga memperÂmudah maÂsyarakat dalam memÂbeli rumah,†terang Teddy.
Ke depan, kata Teddy, PerumÂnas berjanji akan lebih proaktif menjalin kerja sama dan meÂrangÂkul semua piÂhak, agar keÂbutuhan rumah buat MBR bisa tercapai. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23