ilustrasi, tol
ilustrasi, tol
Pemerintah kemungkinan akan mengkaji ulang rencana bisÂnis proyek jalan tol Trans Jawa yang proses pembangunannya berlarut-larut sehingga tidak menÂcapai target yang dicanangÂkan pada 2014.
Menteri PekerÂjaan Umum (PU) Djoko KirÂmanto mengatakan, dari sembilan ruas jalan tol Trans Jawa, setidakÂnya ada tiga ruas jalan tol dari Pejagan hingga Semarang yang dinilai cukup berat untuk diseÂleÂsaikan pada 2014. Yakni, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Semarang.
Kendala terberat dari ketiga ruas jalan tol tersebut, kata DjoÂko, ada pada sisi pembebasan taÂnah serta pembiayaan. Mengingat adanya perubahan kepemilikan pemeÂgang saham ruas Batang-SemaÂrang, serta keinginan PT BakrieÂland Development Tbk untuk menjual kepemilikan ruas jalan tol Pejagan-Pemalang.
Sementara ruas jalan tol dari Semarang-Solo, Solo-Ngawi, NgaÂwi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto dan Mojokerto hingga Surabaya, serta Cikampek-PaliÂmanan, Djoko mengatakan, piÂhakÂnya masih optimistis dapat terbangun sesuai target. Sebab, ruas-ruas jalan itu tidak terlalu bermasalah dalam hal pembeÂbasan lahan sehingga proses peÂnyelesaiannya dapat dikebut.
“Yang berat dicapai itu dari Pejagan sampai Semarang, kita semua berusaha tapi saya tidak optimis. Kalau dari Cikampek-Palimanan, Semarang sampai Surabaya prosesnya bagus dan gampang bebaskan tanah, jadi saya masih optimis,†ujar Djoko, akhir pekan lalu.
Menteri Keuangan Agus MartoÂwardojo pekan lalu juga tidak menÂdukung proyek ini. BeÂkas DiÂrekÂtur Utama Bank ManÂdiri ini meÂngaku tidak akan memÂberikan banÂtuan pendanaan terhaÂdap proyek ini lewat Viability Gap Funding (VGF).
Menurut Kepala Badan KebiÂjakan Fiskal KemenÂkeu BamÂbang BrodjoneÂgoro, pembatalan pemberian dana VGF untuk proÂyek tol Trans Jawa karena umumÂnya ruas terÂsebut dinilai sudah layak secara keÂuangan. SedangÂkan tujuan utama pemberian VGF, yakni meÂningÂkatkan kelaÂyakan proyek seÂhingga diminati investor swasta.
Djoko menyadari, semakin laÂma ruas jalan tol dibangun, tentu akan berdampak pada beruÂbahnya rencana bisnis (business plan) dan kelayakan tol tersebut. Tak ayal, nilai investasi yang haÂrus ditanamÂkan pun semakin memÂbengkak.
Untuk itulah, meÂnurut Djoko, selama usulan yang diÂsamÂpaikan untuk mengevaluasi kemÂbali keÂlayakan dan investasi jalan tol yang pemÂbangunannya molor dan berlarut-larut masih rasional dan bisa diterima, KeÂmenÂterian PU akan melakukanÂnya.
“Kalau berlarut-larut, saya kira mereka (investor) akan protes. BiÂsa saja dikaji ulang selama raÂsional dan bisa diterima karena kita ingin semua terbangun bukan mencari menang-menangan,†cetus Djoko.
Namun diakui olehnya, untuk mengkaji ulang risiko serta kelaÂyakan ruas-ruas tol yang pembaÂngunannya terlambat dan berada di luar perhitungan tersebut, memÂbutuhkan klausul tertentu. TerÂmasuk perlu pertimÂbangan hukum.
Sebelumnya, hanya enam dari sembilan ruas tol Trans Jawa yang dapat beroperasi pada 2014. Nilai proyek tersebut sekitar Rp 40 triÂliun. Keenam ruas tol itu adalah Cikampek-Palimanan, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-KertoÂsono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.
Asosiasi Tol Indonesia (ATI) meminta pemerintah untuk meÂmasukkan klausul dalam perjanÂjian pengusahaan jalan tol (PPJT) terkait kompensasi bila proyek yang dibangun tidak sesuai deÂngan bussines plan yang disepaÂkati. Ketua ATI Fatchur Rachman mengatakan, pemerintah mestiÂnya memberikan klausul bagi investor untuk merevisi dan mengkaji ulang kelayakan ruas jalan tol bila tidak sesuai yang dijanjikan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23