ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Sebab, dibutuhÂkan investasi 1 miliar doÂlar AS atau sekitar Rp 9 triliun unÂtuk memÂbangun smelter baru. KenÂdala lain invesÂtasi smelter, yakni soal infraÂstrukÂtur dan paÂsoÂkan energi yang belum memadai.
Untuk itu, PLN telah melakuÂkan penandatanganan nota keseÂpahaman (MOU) dengan bebeÂrapa peruÂsahaan di Sulawesi, Jawa Timur dan Jawa Barat. MOU ini ditandataÂngani dengan emÂpat perusaÂhaan besar yang berinÂvestasi di bidang pengolahan biji nikel dan industri semen.
Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji menjelaskan, ada empat perusahaan yang akan bekerjaÂsama dengan PLN. Pertama, PT Central Omega Resources yang siap memasok listrik 220 mega watt (MW) ke smelter di SulaÂwesi dan Jawa Timur. Kedua, PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang mampu memasok listrik 90 MW ke smelter di Kabupaten Palopo, Sulawesi.
Ketiga, PT Bakti BuÂmi SulaÂwesi terkait persiapan pasoÂkan listrik 120 MW ke smelÂter di Kabupaten Bantaeng ProÂvinsi Sulawesi Selatan dan PT Semen Jawa terkait pasokan lisÂtrik 2 X 45 MW ke pabrik semen di SukaÂbumi, Jawa Barat.
“Central Omega Resources, BuÂkaka, Bakti akan melayani smelÂter secara khusus, yakni secara buÂsiÂness to business dan akan diÂtuangÂÂkan dalam perjanjian kerja sama PeÂnyaÂÂluran Tenaga Listrik (PKS),†jelas Nur di Jakarta, kemarin.
Nur menambahkan, sifat beban smelter yang sangat spesifik, maÂka PLN akan terlebih dahulu meÂlakukan kajian menyeluruh terÂkait dengan pemakaian listrik terkini pada sistem kelistrikan SulaÂwesi dan Jawa-Bali.
“MenjaÂmurnya industri smelter nikel ini merupakan dampak dari kebijaÂkan pemerintah bahwa mineral tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah. Untuk itu, PLN akan mendukung sepeÂnuhÂnya pengembangan industri smelter baik di Jawa-Bali mauÂpun SulaÂwesi,†tandasnya.
Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengungkapkan, pembangunan smelter dilakukan secara sendiri-sendiri, karena seÂtiap perusahaan tambang meÂmiliki desain smelter sendiri.
Sebelumnya, pemerintah menÂcatat terdapat 153 investor yang berminat menanamkan modalnya di bidang pemurnian bahan mineÂral (smelter) di Indonesia.
MenÂteri Perindustrian MS HiÂdayat menuturkan, ratusan inÂvestor itu berasal dari sejumlah neÂgara, seperti China, Hong Kong, SingaÂpura dan Korea Selatan.
“Yang telah masuk setidaknya ada 153 proposal. Mereka tertarik untuk mengembangkan industri smelter di dalam negeri,†kata Hidayat. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23