Berita

rizal ramli/ist

Masyarakat Desa Dambakan Presiden yang Mau Turba

SENIN, 06 AGUSTUS 2012 | 22:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat desa mendambakan presiden yang mau turun ke bawah alias Turba dan betul-betul peduli dengan nasib mereka. Bukan presiden yang kerjaanya cuma duduk manis di Jakarta menunggu laporan dari anak buahnya seperti yang terjadi selama ini.

"Kita mau pemimpin yang mau turun ke bawah, turba, dan paham tentang potret desa," ujar Kepala Desa Kudu, Azis Hermanto di sela-sela buka puasa bersama sekaligus konsolidasi Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara Kabupaten Nganjuk di pendopo Kelurahan Kudu, Nganjuk, Jawa Timur (Senin, 6/8).

Dalam acara yang dihadiri kepala desa di Kabupaten Nganjuk ini, turut hadir Ketua Umum DPN Parade Nusantara Sudir Santoso dan Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara DR. Rizal Ramli. Beberapa saat sebelum acara berlangsung, Sudir Santoso mendeklarasikan DR. Rizal Ramli, mantan Menko Perekonomian, sebagai calon presiden alternatif 2014.


Azis pun berharap, calon presiden yang sudah menyatakan diri maju pada Pilpres 2014 mendatang tidak menimpu masyarakat dengan memoles diri mereka lewat ruang-ruang pemberitaan. Bila tidak punya kemampuan, imbaunya, janganlah memaksakan diri ngotot mencalonkan karena rakyatlah yang akan menjadi korbannya.

"Masyarakat perlu informasi yang benar. Jangan diberi informasi yang bodoh dan menyesatkan," imbuhnya.

Adapun modal yang perlu dimilik calon presiden mendatang, katanya, setidak-tidaknya harus bisa memberdayakan ekonomi masyarakat desa. Misalnya, bagaimana menjadikan petani bukan sebagai petani penggarap apalagi jadi buruh tani.

"Presiden mendatang harus tahu cara dan bisa memberdayakan ekonomi di pedesaan. Inilah yang kami harapkan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya