ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Pengamat perminyakan KurÂtubi menegaskan, CSR (CorpoÂrate Social Responsibility) atau tangÂgung jawab sosial perusahaÂan merupaÂkan tanggung jawab seÂluruh perusahaan. Jadi bukan haÂnya berÂlaku untuk perusahaan miÂgas. Dan itu sudah ada peraturÂannya. Menurut Kurtubi, dimaÂsukÂkanÂnya dana CSR ke dalam cost reÂcoÂvery membuka peluang terjadiÂnya mark up seperti yang sudah-sudah.
“Padahal, dalam beberapa taÂhun terakhir, pemerintah dan DPR terus berusaha menekan cost recovery yang semakin teÂrasa membebani anggaran,†ujarÂnya di Jakarta, Jumat (3/8).
Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis juga menyeÂsalkan usulan BP Migas yang meÂmasukkan komponen biaya CSR konÂtrakÂtor migas dalam cost recovery atau pos biaya operasi produksi minyak dan gas yang dikembaliÂkan oleh negara.
“Ini bukan baÂgian dari expenÂditure (belanja), tetapi bagian dari profit perusaÂhaan. SeharusÂnya BP Migas tidak mencamÂpuradukan dengan berÂdaÂlih peÂningkatan inÂvestasi peruÂsahaan migas,†ujar Harry.
Bahkan dia menilai, kenaikan cost recovery pada Anggaran PenÂÂÂdapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 menÂjadi 15,13 miliar dolar AS atau Rp 136,1 triliun dari APBN 2012 seÂbesar 12,33 miliar dolar AS (seÂkiÂtar Rp 110,09 triliun) ternyata tiÂak berdampak signifikan terÂhaÂdap pencapaian target lifting yang dipatok 930 ribu bph. SeÂbab, laju produksi hingga kini masih terÂpaut jauh dari target tersebut dan tidak ada sumur produksi baru.
“Untuk mencapai 900 ribu baÂrel saja belum bisa diÂcapai. Lalu untuk apa penambaÂhan dana cost recovery dalam APBN,†cetus politisi Golkar ini.
Menurut Harry, BP Migas harus mempertanggungjawabkan peÂngelolaan cost recovery yang seÂmakin membengkak setiap tahunÂnya. Sebab, sudah banyak beban anggaran untuk subsidi. Klaim peningkatan penerimaan dari sekÂtor hulu migas, lanjut Harry, seÂharusnya bisa lebih besar jika lifting minyak tidak meleset.
Seperti diketahui, rencananya awal Agustus ini MenÂteri ESDM Jero Wacik akan meÂrevisi PerÂatuÂran Menteri (PerÂmen) Nomor 22 taÂhun 2008 TenÂtang Jenis-Jenis BiaÂya Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi Yang Tidak Dapat DikemÂbalikan KeÂpada KontrakÂtor KonÂtrak Kerja Sama.
Dalam atuÂran main yang baru, sesuai yang diÂusulÂÂkan Badan PeÂlaksana KegiaÂtan Usaha Hulu MiÂnyak dan Gas Bumi (BP MiÂgas), biaya yang dikeluarkan unÂtuk CSR akan diÂmasukkan ke dalam cost recovery. Itu berarti, biaya CSR akan menjadi beban sekaligus menguÂrangi pendapatan pemeÂrintah. Jika selama tiga taÂhun terakhir ini sejak lahirnya Permen ESDM No.22 tahun 2008 ongkos CSR hanya sekitar Rp 450 miliar, kelak akan menÂjadi sekitar Rp 2 triliun per tahun.
Untuk tahun 2012 ini, contohÂnya, para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mengajukan cost recovery hingga senilai 17,4 miÂliar dolar AS. Tapi setelah ‘ditaÂwar-tawar’ akhirnya turun menÂjadi 15,1 miliar dolar AS. LuÂmaÂyan turun jika dibandingkan deÂngan angka tahun lalu yang haÂnya 15,5 miliar dolar AS.
“Nah, sekarang, ketika baru berhasil melakukan penghemaÂtan 400 juta atau sekitar Rp 3,76 triÂliun, eh malah mau dipakai untuk menanggung CSR Rp 2 triliun. Ini kan aneh. Padahal, itu sepeÂnuhnya merupakan kewajiÂban perusahaan yang bersangÂkutan,†kata Kurtubi.
Deputi PeÂngendali Operasi BP Migas Gde Pradnyana menjelasÂkan, maraknya gangguan proÂduksi di lapangan operasi migas membuat BP Migas mengusulkan agar dana CSR atau pengemÂbaÂngan komunitas dimasukkan daÂlam cost recovery.
Menurut Gde, commuÂnity deÂvelopment atau CSR meÂmang tak terkait dengan inti bisnis migas, namun pada keÂnyaÂtaannya di lapangan dana CSR jadi kendala.
“Walaupun masuk cost recovery perusahaan tetap dibatasi 25-27 persen dari gross revenue. Setelah dimasukÂkan dalam cost recovery, diharapÂkan gangguan produksi berkuÂrang,†kata Gde. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23